Tren Media Sosial 2020

Oleh :
Sugeng Winarno
Pegiat Literasi Media, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
Tulisan ini merupakan prediksi tentang tren media sosial (medsos) sepanjang 2020. Prediksi ini didasarkan pada penetrasi dan aksesibilitas masyarakat pada medsos yang sangat tinggi selama 2019. Penggunaan medsos dalam berbagai kepentingan diperkirakan semakin meningkat di 2020. Tak hanya untuk urusan eksistensi diri, sosialisasi dan pertemanan belaka, medsos disinyalir bakal semakin kuat sebagai media marketing dan alat politik yang ampuh.
Kemampuan medsos menyuntikkan beragam pesannya memang terbukti perkasa. Keperkasaan medsos dikarenakan media ini merupakan media yang sangat familiar di kalangan masyarakat. Medsos bahkan telah menggeser konsumsi masyarakat pada informasi yang sebelumnya bersumber pada media arus utama (mainstream media). Medsos telah menjadi rujukan utama masyarakat dalam mencari informasi. Fenomena ini diperkirakan bakal semakin meningkat di tahun 2020.
Medsos memang punya implikasi positip yang dapat memberdayakan penggunannya, namun lewat medsos pula sejumlah dampak negatif juga muncul. Hoax, fake news, ujaran kebencian, fitnah, manipulasi informasi, dan kejahatan siber marak difasilitasi medsos. Kejahatan online lewat beragam platform medsos juga masih terus terjadi dan diprediksi bakal semakin sulit terbendung karena modus operandinya juga semakin canggih.
Fakta menunjukkan kehadiran medsos telah menjadi sumber malapetaka yang telah merusak sejumlah tatanan kehidupan di masyarakat. Munculnya banyak hasutan yang disebar lewat medsos mampu mengoyak rasa ketenteraman masyarakat. Di sisi lain, lewat medsos juga berperan dalam upaya pemberdayaan masyarakat baik secara sosial, ekonomi, dan politik. Melajunya beragam bisnis rintisan online masyarakat banyak didukung oleh medsos.
Kekuatan Konten Video
Pada 2019 lalu, tak sedikit orang sukses membuat konten video yang diunggah di Youtube atau Instagram. Para pembuat konten (content creators) ini sukses meraup miliaran rupiah dari video yang mereka buat. Sebut saja Atta Halilintar, Ria Ricis, atau sejumlah pesohor lain yang bisa menjadi miliader lewat medsos. Fenomena membuat konten video blog (Vlog) diprediksi akan semakin marak dan menjadi tren di 2020.
Kekuatan konten berwujud video ini karena pesan yang diusung lewat gambar dan suara memang memiliki kelebihan dibanding hanya pesan visual atau audio semata. Selain itu, teknologi smartphone sudah dilengkapi dengan medium perekan video yang semakin bagus kualitasnya. Pesan yang ditampilkan lewat video mampu menarik perhatian yang lebih besar dibanding pesan dalam bentuk visual atau suara belaka.
Menurut Social Media Today, pesan berwujud video akan menyita perhatian pengguna internet sebesar 82 persen di tahun 2020. Fenomena ini bakal membuat orang yang ingin sukses di medsos harus membuat konten video yang kreatif, menarik, dan bisa memikat khalayak. Beragam cara pemasaran produk barang dan jasa dituntut mampu mengemas pesan iklannya berformat video yang menarik dan dibagikan lewat laman Instagram atau Youtube.
Banyaknya orang yang mencari pesan berbentuk video ini disebabkan karena pesan video dirasa lebih obyektif, nyata, dan menghibur. Sepertinya pesan berwujud video lebih kuat bisa dipercaya ketimbang pesan visual yang sering berupa rekayasa. Sejatinya rekayasa pesan video saat ini juga semakin mudah dilakukan, namun akurasi kebenaran sebuah video masih cukup tinggi dipercaya oleh kebanyakan orang.
Popularitas medsos dengan pesan berwujud video akan memunculkan orang-orang berpengaruh (influencer) baru. Bahkan popularitas artis film dan televisi bisa tergeser oleh para influencer Youtube dan Instagram. Kenyataan inilah yang membuat tak sedikit orang ramai-ramai membuat konten video dengan harapan videonya bisa viral, banyak yang subscribe, like, dan comment, sehinga kreatornya bisa mendapat keuntungan secara finansial.
Komunikasi Bermakna
Medsos memang berarti media sosial, namun dalam perkembangannya media ini justru menuntut interaksi komunikasi yang terjalin semakin personal (private). Orang-orang yang berinteraksi lewat medsos butuh komunikasi yang lebih bermakna (meaningful communication). Untuk itu interaksi komunikasi yang dibangun lewat medsos membutuhkan kualitas komunikasi yang bagus secara personal antar orang per orang.
Platform medsos seperti Facebook, WhatsApp (WA), dan Instagram memungkinkan orang berkomunikasi secara intim dalam sebuah kelompok (group). Selanjutnya, Intimasi dalam kelompok dapat diteruskan dengan pendekatan personal diantara para anggota group. Pesan-pesan komunikasi yang bersifat pribadi bisa disampaikan secara personal. Era komunikasi manusia saat ini menuntut semua pelakunya menjunjung privasi masing-masing pihak.
Beragam komentar yang muncul di sebuah akun Youtube atau Instagram misalnya, perlu direspon secara personal. Karena informasi yang diusung lewat komentar beraneka rupa, maka respon terhadap informasi yang beragam tersebut juga harus satu per satu. Disinilah selanjutnya interaksi komunikasi medsos menjadi penting berlangsung dengan tingkat intimasi yang tinggi secara personal.
Intimasi komunikasi personal lewat medsos menjadi tuntutan dalam komunikasi di era perkembangan teknologi dan digitalisasi dalam beragam sektor kehidupan di tahun 2020. Ketika banyak hal telah tergantikan oleh robot artificial intelligence (AI), maka interaksi komunikasi yang lebih bermakna bisa hilang. Salah satu ciri hal yang tak bisa tergantikan oleh robot adalah keterlibatan emosi dan perasaan saat berkomunikasi. Disinilah interaksi personal menjadi sangat penting sebagai pembanding komunikasi robotik yang mekanistik dan kaku.
Komunikasi lewat medsos menuntut tak hanya skill berkomunikasi secara pribadi, namun komunikasi yang mengedepankan etika dan sopan santun menjadi hal yang penting dilakukan. Ketika medsos memasilitasi para penggunannya bebas mengunggah dan mengunduh konten apa saja, maka disinilah dibutuhkan kemampuan memilih dan memilah. Karena konten pesan yang diusung medsos tak selamanya berangkat dari sebuah kebenaran dan kejujuran maka kemampuan menyeleksi yang benar dan yang abal abal harus dimiliki.
Tahun 2020 diprediksi penetrasi teknologi informasi dan komunikasi semakin kuat. Ketergantungan banyak orang pada medsos juga semakin tinggi. Tren tingginya penetrasi dan aksesibilitas masyarakat pada medsos perlu penyiapan diri. Kemampuan dan keterampilan melek media (media literacy) semua pengguna medsos menjadi sesuatu yang harus dimiliki. Tanpa kemampuan melek media maka pengguna medsos hanya akan menjadi bulan-bulanan mereka yang suka sebar hoax, ujaran kebencian, fake news, dan beragam konten negatif medsos.
Selamat terus berselancar di dunia maya, berinteraksi di medsos, dan menjalani segala aktivitas dunia maya. Ingat dunia maya memang tak serupa dengan alam nyata, namun interaksi di medsos dan dunia maya juga perlu mengedepankan sopan santun dan etika. Di tahun 2020, keterampilan bijak bermedia internet dan medsos semakin perlu ditingkatkan. Kalau tidak maka tren medsos yang semakin kuat di tahun ini hanya akan merusak kehidupan manusia. Waspadalah!
—————- *** —————–

Rate this article!
Tren Media Sosial 2020,5 / 5 ( 1votes )
Tags: