Tujuh Hikmah Alquran

Lia Istifhama

Oleh:
Lia Istifhama
Pembina PP Raudlatul Banin wal Banat Al Masykuriyah

“Jibril membacakan kepadaku atas satu huruf, lantas aku mendesaknya sehingga senantiasa aku meminta tambahan kepadanya dan dia memberikan tambahan kepadaku hingga sampai kepada tujuh huruf.” (Shahih Bukhari, hadis nomor 4744).
Seperti yang kita ketahui, kata Alquran memang tertulis dalam tujuh huruf. Mukjizat terbesar Rasulullah SAW tersebut, turun pada 17 Ramadlan 2 H yang disebut dengan Nuzulul Quran. Pada 17 Ramadan kali ini, tentunya kita seyogyanya diingatkan kembali akan pentingnya Alquran sebagai pegangan hidup kita, bukan semata mengingat peristiwa turunnya wahyu pertama kali melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW yang tengah berkhalwat di Gua Hira, Jabal Nur.
Pertama, pentingnya membaca (ilmu). Hikmah Pertama adalah pentingnya bagi umat manusia untuk membaca, sesuai arti Ayat pertama surat al-Alaq: Iqra’ (bacalah). Membaca dalam arti ini, menunjukkan pentingnya mendapatkan ilmu dan wawasan dari kemampuan kita membaca sesuatu hal.
Kedua,bacaan dalam Salat. Dalam hadis nomor 931, 732, 733, dan 734 kitab Shahih Bukhari, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW membacakan bacaan Alquran dalam salat. Hal ini menunjukkan bahwa Alquran tidak lepas dari ibadah wajib umat Islam, yaitu menunaikan salat. Dengan begitu salat dan Alquran adalah hal yang tidak bisa dipisahkan sebagai ibadah kita pada Allah SWT (‘ubudiyyah).
Ketiga, sifatnya, penuh keistimewaan. Alquran bukan hanya memiliki keutamaan atas hikmah dari diturunkannya secara berangsur-angsur, yaitu selama 22 tahun, 2 bulan, 22 hari; melainkan juga menjadi pengikat dua kota suci, Makkah dan Madinah. Di antara keistimewaan lainnya adalah, bahwa setiap surat memiliki keutamaan dan makna kandungan yang khusus.
Keempat, mengajarkan metodologi pengumpulan data untuk pertama kalinya. Alquran yang semula diturunkan dalam bentuk ayat-ayatnya dalam kurun waktu hampir 23 tahun, atas kuasa Allah SWT, ternyata dapat terkumpul secara rapi dalam 114 surat. Hal ini menjadi bukti bagaimana kemudian sebuah pengumpulan data, dokumen, dan kesaksian serta ingatan para sahabat Rasulullah SAW, terkumpul menjadi satu.
Kelima, membaca Alquran menurunkan ketenangan dan Malaikat. Suatu ketika Rasulullah SAW meminta sahabat Ibnu Khudair membacakan ayat suci Alquran, Ibnu Khudair terkejut karena tatkala ia membaca Alquran, ia seakan melihat ada bayangan di langit seperti lampu, ia pun bertanya pada Rasulullah SAW dan Rasulullah pun bersabda: “Itu adalah Malaikat yang mendekat karena suaramu (membaca Alquran)”. ( Shahih Bukhari, hadis nomor 4770).
Keenam, penunjuk bahwa Islam agama yang Rukhshah (memberikan keringanan). Dalam hadis nomor 4804 Shahih Bukhari, dijelaskan bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca dua ayat dari akhir surat Al-Baqarah pada suatu malam, tentulah dua ayat itu cukup baginya.”.
Ketujuh, wasiat Rasulullah SAW untuk menjadi solusi permasalahan sesama umat. “Kemarilah, tulislah untuk kalian sebuah kitab (catatan) di mana kalian tidak bakal tersesat sesudahnya”. Begitu sabda Rasulullah SAW menjelang ajalnya di usia 63 tahun. Salah satu ahlul bait (keluarga Rasulullah SAW) mempertajam maksud Rasulullah, yaitu bahwa pentingnya menulis kitab (sesuai apa yang telah disampaikan Rasulullah SAW) merupakan sumber penyelesai atas perbedaan pendapat dan keributan. (Shahih Bukhari, hadis nomor 4215). [*]

Rate this article!
Tujuh Hikmah Alquran,5 / 5 ( 1votes )
Tags: