Tujuh Pejabat Sidoarjo Gagal Dalam Tes Potensi Akademik

Ahmad Zaini

Bulan Desember Diharap Ada Pelantikan 8 Kepala Dinas
Sidoarjo, Bhirawa
Sebanyak 7 pejabat eselon III di Pemkab Sidoarjo dinyatakan gagal dalam seleksi terbuka lelang jabatan eselon II, usai menjalani seleksi kedua atau seleksi tes potensi akademik, yang digelar Tim Panitia Seleksi (Pansel) di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sidoarjo, Jumat (6/12) akhir pekan lalu.
Data yang diperoleh dari Tim Pansel, sebelumnya jumlah pelamar yang memenuhi dokumen persyaratan administrasi,total ada sebanyak 45 orang. Namun setelah dilakukan tes potensi akademik menyusut menjadi 38 orang pejabat.
Rinciannya, sebelum dilakukannya tes yang pertama itu, jumlah yang lolos seleksi administrasi sebagai Kepala Dispendukcapil ada 6, setelah menjalani tes menjadi 5 orang.
Di Dinas Koperasi dan UM, awalnya yang lolos administrasi ada 7, setelah tes menjadi 5 orang. Di Dinas Kominfo awalnya 6 orang akhirnya susut tinggal 5 orang. Kemudian di Dinas Perikanan, awalnya ada 4 orang, setelah tes tetap tidak berubah tetap 4 orang. Di Dinas Pangan Pertanian awalnya 6 orang, setelah tes menjadi 5 orang.
Dinas Sosial, awalnya ada 5 orang, setelah tes masih tetap 5 orang. Di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa awalnya ada 4 orang, setelah tes masih tetap 4 orang. Dan terakhir di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan KB, awalnya ada 7 orang, setelah tes tinggal 5 orang.
Sekda Kabupaten Sidoarjo, Ahmad Zaini yang juga Ketua Tim Pansel Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten Sidoarjo, mengatakan, seleksi terbuka JPTP ini digelar karena di Kabupaten Sidoarjo saat ini ada 8 Kepala Dinas yang kosong, karena pejabatnya sudah pensiun.
Zaini memastikan jumlah peserta pelamar kepala dinas itu, akan terus susut. Karena masih ada lagi serangkaian jenis seleksi tes yang akan mereka hadapi. “Mulai Senin depan, 9 Desember sampai tanggal 16 Desember, akan terus dilakukan serangkaian tes,” ujarnya usai memantau pelaksanaan tes seleksi yang pertama itu.
Ia menyebut jenis seleksi nanti yang akan dijalani oleh para pelamar JPTP di Sidoarjo itu diantaranya seperti penilaian kompetensi manajerial, sosial kultural, psikotes, analisa kasus, proposal writing, leadership group discusion, roleplay, behavioral event interview dan wawancara psikologi. Serta membuat bahan presentasi.
Saat seleksi terakhir berupa wawancara, kata Zaini, akan langsung diumumkan tiga nama pejabat yang lolos dari tiap OPD itu. Kemudian hasilnya akan diserahkan kepada Bupati yang mempunyai hak prerogatif untuk menentukannya.
“Mudah-mudahan dalam Bulan Desember ini bisa segera dilakukan pelantikan oleh Bupati, untuk mengisi kekosongan pimpinan di 8 Dinas itu. Sehingga harapannya juga anggaran tahun 2020 bisa segera dilaksanakan,” tambah Zaini.
Selama mengikuti tahapan seleksi tersebut, Zaini minta kepada para pejabat supaya bisa menjaga kondisi stamina sehingga akan bisa lebih fokus.
Dirinya senang dengan seleksi dengan metode CAT atau computer asisted tes yang dilakukan dalam menyeleksi para pelamar eselon II tersebut. Dikarenakan, begitu selesai mengerjakan soal, nilainya langsung bisa diketahui. Sehingga tidak ada waktu lagi untuk merekayasa nilai. [kus]

Tags: