Tujuh Tempat di Kabupaten Tulungagung Sudah Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Seorang pengunjung di Posko Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung melalukan scan QR aplikasi PeduliLindungi sebelum meminta pelayanan di posko tersebut, Rabu (13/10).

Tulungagung, Bhirawa.
Tujuh tempat instansi pemerintah di Pemkab Tulungagung saat ini sudah berfasilitas scan QR code aplikasi PeduliLindungi. Warga yang akan mengunjungi ketujuh tempat tersebut wajib telah mengunduh aplikasi PeduliLindungi untuk mendapat pelayanan.

Wajubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Ahmad Mugiyono, Rabu (13/10), mengungkapkan ketujuh tersebut masing-masing adalah dua tempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bingso, Posko Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Kantor Diskominfo, Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah, Kantor BPMPD dan Kantor Kecamatan Ngantru. “Mulai sekarang di tujuh tempat itu sudah menggunakan aplikasi PeduliLindungi,” ujarnya.

Menurut dia, penggunaan aplikasi PeduliLindungi tersebut untuk memantau keadaan Covid-19 di instansi pemerintah. Utamanya, di lingkup Pemkab Tulungagung.
“Rencananya nanti semua OPD di lingkup Pemkab Tulungagung akan mengunakan aplikasi PeduliLindungi. Karena saat ini yang turun izinnya baru untuk tujuh tempat, maka di tujuh tempat itu yang diberlakukan. Sedang yang lainnya masih menunggu,” sambungnya.

Namun demikian, lanjut Ahmad Mugiyono yang biasa disapa dengan sebutan Mamad ini, pemberlakukan aplikasi PeduliLindungi di tujuh tempat di Kabupaten Tulungagung tersebut baru sebatas uji coba. Pelaksanaan uji coba ini akan berlangsung sampai beberapa hari kedepan sebelum kemudian diberlakukan secara penuh.

“Untuk di pendopo sendiri hari ini, Rabu (13/10), masih belum diberlakukan. Saat ini kami sedang membuat tempatnya agar pengunjung yang datang lebih mudah saat melakukan scan QR di aplikasi PeduliLindungi,” paparnya.

Mamad mengakui jika semua pengunjung atau warga yang akan berkunjung ketujuh tempat yang saat ini difasilitasi aplikasi PeduliLindungi harus sudah mengunduh aplikasi tersebut di telepon pintarnya. “Kalau tidak mengunduhnya tentu tidak akan mendapat layanan yang diminta,” ucapnya.

Menjawab pertanyaan, Mamad yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Tulungagung ini menyatakan masih ada toleransi bagi warga yang memang belum mempunyai smartphone ketika berkunjung ke tujuh tempat tersebut. “Ada kelonggaran untuk yang memang belum punya telepon pintar. Apalagi saat ini juga masih dalam tahap uji coba,” terangnya.

Ketika ditanya kembali apakah tempat pariwisata dan fasilitas umum juga akan difasilitasi scan QR aplikasi PeduliLindungi, Mamad dengan tegas membenarkan. Ia menyebut tempat pariwisata dan fasilitas umum akan segera pula menyusul.

“Jadi tidak hanya di instansi pemerintah, tetapi juga di tempat wisata dan fasilitas umum. Hanya karena tempat wisata di Tulungagung sampai sekarang belum dibuka, maka untuk fasilitas scan QR aplikasi PeduliLindungi belum juga diberlakukan,” pungkasnya. (wed)

Tags: