Tujuh Tropi Antar SMK Juara Umum O2SN

Kabid Dikmenjur dan Perti Hudiyono memamerkan tujuh tropi O2SN yang mengantar SMK Jatim menjadi juara umum. [adit hananta utama]

Kabid Dikmenjur dan Perti Hudiyono memamerkan tujuh tropi O2SN yang mengantar SMK Jatim menjadi juara umum. [adit hananta utama]

Dindik Jatim, Bhirawa
Satu prestasi membanggakan kembali disumbang siswa-siswi SMK yang menjadi delegasi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2014 di Jakarta lalu. Ini setelah tujuh tropi olimpiade olahraga tahunan itu berhasil dibawa pulang dan mengantar Jatim menjadi juara umum di jenjang SMK.
Tujuh tropi tersebut terdiri dari empat juara satu, dua juara dua, dan satu juara III. Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Dr Harun MSi mengatakan, prestasi siswa SMK asal Jatim ini cukup membanggakan. Apalagi, raihan juara umum ini mempertahankan prestasi tahun sebelumnya di ajang yang sama. “Ini bukti bahwa domain pendidikan bukan hanya olah pikirnya saja. Tetapi siswa juga dididik untuk dikuatkan olah rasa dan olah geraknya,” katanya, Selasa (24/6).
Alumnus Lemhanas 2008 ini mengaku, prestasi tersebut merupakan buah pembinaan berjenjang mulai dari tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi. Selain itu, provinsi memiliki pembinaan jangka panjang terhadap anak-anak berprestasi di berbagai bidang mulai dari tingkat SD sampai SMA/SMK. “Dengan pola ini pembinaannya berjalan terstruktur. Siswa yang juara tingkat SD bisa dibina secara khusus oleh Pemprov Jatim hingga jenjang di atasnya,” tutur mantan Kadisbudpar Jatim ini.
Kabid Pendidikan Kejuruan (Dikmenjur) dan Perguruan Tinggi (Perti) Dindik Jatim Hudiyono menambahkan, tahun lalu jenjang SMK menyabet juara umum di ajang O2SN hanya dengan tiga emas. Tetapi pada tahun ini mengalami peningkatan dari jumlah medali dengan empat medali emas. Empat medali emas itu antara lain diraih dari cabang olahraga (Cabor) bola basket puteri, bola voli puteri, tenis meja puteri, dan bulu tangkis puteri. Untuk medali perak, diraih di cabor bulu tangkis putera dan tenis meja putera. Sedangkan untuk satu medali perunggu diraih dari cabor bola voli putera. “Memang sedikit heran, yang dapat juara satu kok justru yang puteri saja,” kata dia.
Hudiyono menjelaskan, prestasi ini dicapai dengan kerja keras. Proses penjaringan siswa berprestasi yang mewakili Jatim dilakukan dengan ketat mulai dari tingkat sekolah dan kabupaten/kota. Bahkan, sebelum siswa ini bertanding di tingkat nasional, mereka diberi latih tanding dengan musuh yang mempunyai kemampuan lebih baik selama 20 hari.
“Selain menggali dan mencari siswa yang mempunyai bakat hebat di berbagai daerah di Jatim, kami juga percayakan kepada pelatih untuk membina siswa berpretasi ini dengan baik,” pungkas pria yang hobi bermain tenis meja itu. [tam]

Rate this article!
Tags: