Tunggak Hutang, Aset PT Avila Prima Intra Makmur Diduga Bermasalah

Prosesi persidangan di Pengadilan Niaga PN Surabaya. Rabu (27/1). [abed nego/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya kembali menggelar kreditor perkara Penundaan Kewajiban Pembayaran Hutang (PKPU) PT Avila Prima Intra Makmur, Rabu (27/1). Agenda rapat kreditor terkait pembahasan rencana untuk berdamai dengan kreditor yang diajukan PT Avilla Prima Intra Makmur.

“Silahkan Debitur menyampaikan tanggapan sesuai dengan usulan perdamaian,” ungkap Bonar Sidabukke, selaku pengurus dalam PKPU PT Avila.

Sementara kuasa hukum PT Avila, Alexander Arif tidak menanggapi itu. Namun menyampaikan pihaknya tetap pada dokumen usulan perdamaian diajukan.

Pembahasan memanas ketika para kreditor, diantaranya pembeli perumahan Argent Parc dan pihak perbankan menyampaikan tanggapannya terhadap rencana usulan perdamaian oleh PT Avila yang dianggap tidak masuk akal dan meragukan.

Selain itu, Pembeli perumahan Argent Parc Sidoarjo (proyek PT Avila Prima Intra Makmur sebagai pengembang), melalui kuasanya menyampaikan keberatan. Itu dikarenakan jangka waktu penyelesaian masalah yang ditawarkan kepada mereka sangatlah lama serta meminta penambahan jumlah denda apabila PT Avila Prima Intra Makmur telat dalam melakukan kewajibannya.

Dalam rapat kreditor ada hal yang menarik. Yaitu saat pembeli perumahan Argent Parc Sidoarjo juga mempertanyakan tentang status tanah tempat perumahan Argent Parc yang sedang diperkarakan.

“Kami mendengar PT Avila digugat dan objek perkara dalam perkara tersebut adalah tanah dimana perumahan Argent Parc berdiri,” tandas Kuasa Hukum dari salah seorang pembeli rumah di Perumahan Argent Parc.

Sementara itu, kuasa hukum PT Avila Prima Intra Makmur, Alexander Arif saat dikonfirmasi terkait perkara gugatan tersebut menyampaikan bahwa sampai sekarang belum menerima surat apapun dari Pengadilan maupun Budi Said. 

“Secara resmi kami belum ada panggilan dari Pengadilan,” singkatnya.

Terpisah, kuasa hukum para penggugat, Ening Swandari saat dikonfirmasi terkait gugatan itu langsung membenarkan perihal gugatannya terhadap PT Avila.

Untuk diketahui, PT Avila Prima Intra Makmur diputus dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), dengan nomer perkara PKPU No. 52/Pdt-Sus.PKPU/2020/PN Niaga Surabaya sejak tanggal 14 September 2020, sampai dengan saat ini belum ada kejelasan nasib pembayaran terhadap para kreditur PT Avila. [bed]

Tags: