Tunggakan Raskin di Tuban Capai Rp2,2 M

Bojonegoro, Bhirawa
Tunggakan pembayaran beras miskin (raskin) warga miskin pada semester pertama terhadap Bulog Sub Divre III Bojonegoro, hingga sampai pertanggal 7 Mei 2014  ini mencapai Rp4,142,752.800  itu tersebar di tiga wilayah.
Tunggakan yang paling besar berada di Kabupaten Tuban mencapai Rp2.265.768.800 dan Kabupaten Bojonegoro capai Rp1.189.176.000. Sedangkan Kabupaten Lamongan capai Rp687.808.000, dana diduga nyantol di perangkat desa. Demikian disampaikan kepala Bulog Sub Divre III Bojonegoro, Efdal, Kepada Bhirawa Minggu (11/5) kemarin.
Efdal menjelaskan, untuk Kabupaten Bojonegoro dan Lamongan itu alokasi Mei- Juni jadi masih tungakan berjalan. Sedangkan Kabupaten Tuban Tunggakan alokasi mulai Pebruari –  Juni jadi yang alokasi Tuban itu sudah termasuk lama untuk pembayaran. “Sehingga penyalurannya alokasi Mei – Juni penyalurannya mengalami tersendat karena masih banyak tunggakan,” kata Efdal.
Dia menjelaskan tunggakan untuk Kabupaten Tuban itu alokasi bulan Januari-Juni seperti ada di Kecamatan Palang sebesar Rp282.288.000 dan beras belum tersalurkan 32,850. Untuk  di Kecamatan merakurak sebesar Rp142.464.000 dan beras yang belum tersalurkan 34,950.
Sedangkan di Kecamatan Jatirogo bulan Nopember -Juni sebesar Rp154.104.000 dan beras yang belum tersalurkan 6,390. Kecamtan Kenduruan Rp77.376.000 dan beras yang belum tersalurkan 13,830 dan Kecamatan Grabakan Rp199.752.000 dan beras yang belum tersalurkan 38,460. Kemudian Kabupaten Kota Tuban alokasi Maret-Juni mencapai Rp151,152.000. [bas]

Tags: