Tunggu Dibuka, Disnaker Kabupaten Malang Siap Berangkatkan Calon PMI

Kepala Disnaker Kab Malang, Yoyok Wardoyo

Kab Malang, Bhirawa
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang telah melakukan antisipasi terkait jika sewaktu-waktu pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) kembali dibuka. Sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut, Disnaker telah melakukan sosialisasi kepada Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) tentang protokol kesehatan yang harus mereka jalankan, baik akan berangkat ke luar negeri maupun saat berada ditempat kerjanya.

Menurut, Kepala Disnaker Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo, Selasa (28/7), saat dikonfirmasi diruamg kerjanya, sosialisasi yang sudah kita gelar pada Senin (27/7) kemarin, hal ini sebagai antisipasi jika Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) kembali membuka pengiriman PMI ke luar negeri secara nasional. Namun, para PMI harus tetap menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini. “Untuk itu, kami sudah mempersiapkan segala sesuatunya, karena jika ditanya oleh Kemenaker kapan saja, kami pun sudah siap,” paparnya.

Dikatakan, akibat mewabahnya Covid-19, maka sebanyak 680 orang calon PMI asal Kabupaten Malang harus tertunda keberangkatannya. Sedangkan dari jumlah calon PMI tersebut, sudah memenuhi syarat di sistem Kemenaker. Dan apabila nanti dibuka, tentunya mereka akan diprioritaskan untuk berangkat bekerja ke negara tujuannya masing-masing. Seperti tujuan para calon PMI asal Kabupaten Malang ini, yakni negara-negara di Asia Pasifik, seperti Malaysia, Singapura, Hongkong, Taiwan, Jepang, Korea Selatan dan lainnya.

“Sementara untuk negara Timur Tengah hingga saat ini di memoratoriumkan. Karena Pemerintah Indonesia hanya mengizinkan para PMI bekerja di negara Asia-Pasifik. Dan untuk negara-negara yang ditujuk itu, hal tersebut kewenangan kementerian,” terang Yoyok.

Maka dari itu, tegas dia, sebelum para calon PMI diberangkatkan bekerja ke luar negeri, pihaknya terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada P3MI tentang protokol kesehatan, yang selanjutnya para penyalur tenaga kerja menyampaikan kepada para calon PMI untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di masa Covid-19. Sehingga para calon PMI yang akan bekerja ke luar negeri harus memenuhi segala persyaratan, terutama kesehatan.  

Selain itu, Yoyok juga menjelaskan, bahwa sejauh ini para PMI yang pulang ke Kabupaten Malang tidak ada satupun terjangkit Covid-19. Karena negara-negara yang menjadi tempat mereka bekerja sangat tegas dalam menerapkan protokol kesehatan. Sehingga sebelum para PMI pulang ke Indonesia, mereka sudah menjalani berbagai tes kesehatan. Sehingga mereka pulang ke Indonesia sudah terbebas dari Covid-19. “Dan meski mereka dinyatakan terbebas dari Covid-19, tapi mereka juga harus menjalani pemeriksaan kembali oleh tim kesehatan kita,” ujarnya.

Dikesempatan itu, dia menambahkan, PMI asal Kabupaten Malang yang pulang dari luar negeri, yang kini berdasarkan data Disnaker berjumlah 1.100 orang. Sedangkan mereka kesemuanya dalam kondisi sehat, meski begitu mereka tetap menjalani karantina. Sehingga mereka pulang ke tempat tinggal asalnya benar-benar kondisi sehat. [cyn]

Tags: