Tunggu Hasil Kelulusan UN di Balik Jeruji Penjara

22-RL beserta rekannya saat diinterogasi oleh Kapolsek Bubutan Kompol Suryo Hapsoro, Rabu (21,5). abednegoSurabaya, Bhirawa
RL (18) warga Jl Demak Surabaya, terpaksa menunggu pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) dibalik jeruji penjara. Perbuatan pelajar kelas XII sebuah SMA swasta di Surabaya ini tidak patut ditiru. Bagaimana tidak, disaat menunggu detik-detik pengumuman Ujian Nasional (UN), dirinya malah menggelar pesta miras dan menganiaya tetangganya.
Perbuatan RL itu dilakukan bersama lima rekannnya masing-masing yakni FB (21), AP (19), asal Jl Demak, serta RA (21), RI (19) dan FA (25) asal Jl Tembok Surabaya. Ke enamnya menggelar pesta miras di Cafe Emma, Jl Tidar Surabaya. Sekitar pukul 03.00 WIB, ke enam pemuda ini berencana melanjutkan cangkrukan di Jl Demak, Surabaya.
Saat cangkrukan itulah, salah satu warga Jalan Demak Timur Gg V, Surabaya Nashuri melihat kepada salah satu kelompok pemuda yang sudah terkena pengaruh miras. Tidak hanya melihat, Nashuri juga menegur agar mereka tidak berteriak teriak. Lantaran waktu itu waktu menunjukkan sekitar pukul 03.30 WIB.
Diduga tersinggung karena dilihat terus dan ditegur, tanpa basa basi, Nashuri langsung dikeroyok oleh RL dan lima rekannya. Tidak hanya memukuli dengan tangan kosong, namun korban juga dipukul dengan sepotong kayu. Akibat dikeroyok, korban ketika itu tidak terima dan melaporkan perkara ini ke Polsek Bubutan, Surabaya.
Kapolsek Bubutan Kompol Suryo Hapsoro mengatakan sesaat pasca menerima laporan pengeroyokan dari korban Nashuri, anggota Reskrim Polsek Bubutan langsung menindak lanjuti. Dan ke enam pelaku pengeroyokan akhirnya berhasil diamankan.
“Selain mengamankan ke enam pelaku, kita juga amankan sepotong kayu sebagai barang bukti. Sepotong kayu usuk itu digunakan untuk memukul korban,” ujar Kompol Suryo Hapsoro, Rabu (21/5).
Pria alumni Akademi Polisi tahun 2001 ini menjelaskan, dari hasil pemeriksaan korban, diketahui memang menjadi salah satu tetangga para pelaku asal Jalan Demak, Surabaya. Mereka mengaku melakukan pengeroyokan kepada korban karena sudah terpengaruh miras.
Namun alasan itu tetap tidak dibenarkan dan ke enam pemuda yang tiga diantaranya pernah di penjara karena kasus jambret itu harus dijebloskan ke sel tahanan Mapolsek Bubutan. Termasuk RL, yang saat kelas XI pernah ditahan karena tertangkap basah menjadi joki jambret.
Atas tindakan pengeroyokan itu, ke enam pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara. [bed]

Keterangan Foto : RL-beserta-rekannya-saat-diinterogasi-oleh-Kapolsek-Bubutan-Kompol-Suryo-Hapsoro. [abed nego/bhirawa].

Tags: