Tunggu Rekom Satgascam, SMKN 1 Banyuputih Masih Terapkan Daring

Kepala SMKN 1 Banyuputih Kabupaten Situbondo, Sigit Hindarum saat meresmikan salah satu program unggulan pendidikan sebelum pandemi Covid 19. [sawawi]

Situbondo, Bhirawa
Meski Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jatim Wilayah Bondowoso sudah mengeluarkan kebijakan penerapan sistem Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi semua sekolah tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Situbondo, ternyata masih ada sekolah kejuruan yang lebih memilih sistem Pembelajaran Daring (Dalam Jaringan), sejak kemarin. Diantaranya, SMKN 1 Banyuputih Kabupaten Situbondo, yang kini dinahkodai Sigit Hindarum.
Menurut Sigit, keputusan SMKN 1 Banyuputih tetap menerapkan sistem Pembelajaran Daring karena didasarkan pada dua alasan. Pertama, didasarkan pada status Kecamatan Banyuputih yang masih berada dalam warna Orange. Kedua, karena belum ada rekomendasi dari Satgas Kecamatan (Satgascam) Kecamatan Banyuputih untuk menerapkan PTM. ”Karena dua alasan itu, kami masih belum bisa menerapkan sistem PTM,” jelas pria asli Surabaya itu.
Sigit mengakui, pimpinan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bondowoso Sugiono Eksantoso memang telah mengeluarkan kebijakan penerapan PTM di seluruh tingkatan sekolah SMA/SMK. Namun karena belum memenuhi rekom Satgascam Banyuputih, kini pihaknya masih menerapkan sistem Pembelajaran Daring. ”Ya kami (SMKN 1 Banyuputih masih memakai sistem daring,” jelas Sigit, Rabu (11/11).
Sigit memastikan, jika Satgas Covid 19 Kecamatan Banyuputih telah mengeluarkan rekomendasi pelaksanaan sistem PTM, maka SMKN 1 Banyuputih secepatnya akan menerapkan sistem itu namun tetap sesuai dengan Prokes. Pasalnya, meski Kacabdindik Wilayah Bondowoso telah mengeluarkan rekomendasi PTM, harus memenuhi semua persyaratan yang diberikan Satgas Covid-19. ”Ya untuk penerapan PTM tetap masuk wilayah Satgas Covid-19. Salah satu persyaratannya harus ada rekomendasi dari Satgas Covid-19,” ungkap Sigit.
Sementara itu Kacabdindik Wilayah Bondowoso, Sugiono Eksantoso mengakui sudah mengeluarkan kebijakan penerapan PTM kepada semua sekolah SMA/SMK se-Kabupaten Situbondo. Ini penting karena sistem Daring banyak memiliki kelemahan bagi sekolah dan siswa. Bahkan, para wali murid juga banyak yang merekomendasi anak – anaknya untuk ikut penerapan PTM di sekolah.
“Kalau di sekolah itu statusnya Orange maka jumlah siswa yang boleh mengikuti PTM hanya 25% setiap harinya. Namun jika di wilayah sekolah itu berstatus kuning maka boleh melibatkan 50% siswanya untuk mengikuti PTM/harinya,” papar mantan Kacabdindik Wilayah Sumenep itu. [awi]

Tags: