Tutorial Rumah Kardus Juara II Lomba Vlog YDSF Jatim

Imawati saat membuat rumah kardus bersama siswanya. [achmad suprayogi]

Sidoarjo, Bhirawa
Dalam pembelajaran Daring seperti saat ini, salah seorang guru SD Al Falah Darussalam Waru, Sidoarjo, Imawati SPd harus beradaptasi selama masa pandemi. Kebo Nyusu Gudel Pun Terjadi. Guru senior belajar kepada guru yang junior yang lebih melek teknologi.
Berbagai macam aplikasi wajib terinstal di gawainya demi bisa mengikuti alur belajar yang baru. Saling bersinergi dan memotivasi adalah kunci adaptasi pendidikan baru, demi siswa agar tetap semangat belajar bagaimanapun kondisinya.
Imawati mengaku, sebagai guru tematik pun, dirinya tidak boleh kalah dengan guru yang lain. Dengan memanfaatkan teknologi dan banyak bekal dari webinar. Maka muncul banyak ide untuk tetap bisa kreatif dan inovatif, yaitu menciptakan media tentang sumber energi alternatif.
“Siswa usia SD tidak bisa hanya sekedar teori dan ceramah. Mereka butuh Alat Peraga Pendidikan sebagai media yang kongkret (nyata). Kalau mereka di sekolah gampang ditunjukkan medianya. Membuat media secara berkelompok dan didampingi secara langsung, tuntas masalah,” katanya, Rabu (6/1) kemarin.
Tapi, bagaimana dengan masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini? Akhirnya Imawati berinovasi dengan membuat tutorial video tentang media miniatur rumah adat dengan panel surya. Bernama Mas Menteri Nadim. Yaitu singkatan dari Miniataur rumah Adat Sumber daya alam Mencoba Energi alternatIf tenaga dari sinar Matahari. Tujuannya untuk membuktikan bahwa energi alternatif sinar matahari bisa diubah menjadi listrik.
Dalam media ini juga memuat lima muatan sekaligus, yaitu Bahasa Indonesia, PPkn, IPA, IPS dan SBdP serta terintegrasi STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathemathics).
“Dengan pengolahan sampah recycle yaitu memanfaatkan kardus bekas dan dikemas dengan teknologi panel surya makan media ini pun terlihat unik dan canggih. Media pun tidak hanya sekedar menuntaskan materi tetapi juga mengedepankan empati siswa,” jelasnya.
Menurut Imawati, siswa bisa membuat media secara langsung bersama orang tua di rumah. Manfaatnya siswa semakin semangat belajar (tidak bosan) karena ada media baru yang menantang. Hubungan dengan orang tua semakin erat. Hasilnya juga jauh lebih bagus dan rapi. Serta protokol kesehatanpun tetap terjaga.
“Saya berkolaborasi dengan ahli IT, maka media ini juga saya lengkapi dengan versi androidnya. Jadi siswa pun juga bisa belajar dari gadget mereka. Alhamdulilah media Mas Menteri Nadim ini juga juara II dalam lomba vlog kreatifitas guru dan siswa yang diadakan YDSF Malang. Khaylannisa Qairina Darosa kelas IV ICP yang saya gandeng dalam lomba inu,” terang Bu Ima-sapaan akrabnya.
Dalam video vlog ini berisi ulasan tentang tutorial cara membuat media, testimoni orang tua dan review karya siswa. ”Nisa sangat bangga dan senang hasil karyanya yang diikutkan dalam lomba, sehingga ingin lagi mencoba media – media baru. Kami pun bangga dengan siswa kami yang tetap mau belajar dan kreatif meski masa pandemi,” ungkapnya. [ach]

Tags: