Ulama’ dan Habaib Demo Tolak RUU HIP di Depan Kantor DPRD Sampang

Ratusan massa Ulama dan Habib serta para simpatisan, melakukan aksi menolak RUU HIP di depan Kantor DPRD Sampang, Senin (6/7) kemarin berlangsung damai.

Sampang, Bhirawa
Ratusan massa Ulama’ dan Habaib serta para simpatisannya di Kabupaten Sampang, melakukan aksi turun jalan dan berorasi di depan Kantor dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD), Kabupaten Sampang. Mereka menolak terhadap Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Bersama warga kurang lebih 500-an dan melibatkan sejumlah organisasi masyarakat, aksi berlangsung di Jalan Wijaya Kusuma, depan kantor DPRD Kabupaten Sampang, dengan pengawalan aparat kepolisian, Senin (6/7).

Koordinator lapangan, KH. Ja’far Sodiq, menuntut RUU HIP yang merupakan inisiatif DPR agar dibatalkan dan dicabut dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

Selain berorasi dengan menggunakan pengeras suara, juga menyampaikan pernyataan sikap atas nama Ulama dan Habaib Kabupaten Sampang, sikap penolakan terhadap RUU HIP tersebut, diantaranya, Mengutuk dan menolak segala upaya apapun yang merusak Pancasila sebagai konsensus para founding fathers bangsa Indonesia, baik yang dilakukan individu, kelompok dan lembaga pemerintah.

KH. Ja’far Sodiq, kami mendesak kepada pihak yang berwenang untuk tidak hanya menunda pembahasan RUU HIP, tetapi membatalkan RUU HIP secara permanen.

Pihaknya menghimbau kepada seluruh umat Islam agar terus waspada terhadap potensi munculnya paham yang merusak Pancasila serta kebangkitan komunisme dengan dalih menguatkan pengetahuan 4 pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 terutama kepada generasi milenial.

“Pernyataan sikap sebagai bentuk kepedulian terhadap keutuhan NKRI yang kita cintai. Akan kami berikan kepada DPRD Sampang supaya diserahkan langsung ke DPR RI,”jelasnya.

Sementara ketua DPRD Sampang Fadol saat menemui para Ulama’ dan Habaib Sampang di depan Kantor DPRD, ia berjanji semu tuntutan para Ulama’ dan Habaib ini akan segeram kami fax ke DPR-RI agar segera ditindaklanjuti, karena kami sebagai wakil rakyat daerah menerima amanah dari para kyai. [lis]

Tags: