UMKM Jatim Belum Siap Hadapi MEA 2015

UMKMSurabaya, Bhirawa
Masih banyaknya produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kota Surabaya yang  belum memiliki standard merek diakui realitas belum siapnya usaha kecil memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.
Hingga awal tahun ini, menurut data Disperindag Surabaya, produk UMKM yang belum memiliki standarisasi merek  antara 1.100 sampai 1.500 UMKM. Sementara yang sudah bermerek hanya 400 UMKM.
Kadisperindag Kota Surabaya, Widodo Suryantoro mengatakan bahwa UMKM yang tidak mengikuti pelabelan tersebut justru akan kesulitan mengahadi MEA 2015 mendatang. Karena, masih kata Widodo, untuk memperoleh sertifikasi tersebut, terdapat beberapa pengujian UMKM.
” Pengujian meliputi manajemen serta kualitas produk yang dihasilkan. Jika sertifikasi diperoleh, itu akan memudahkan para pelaku usaha untuk berperan aktif dalam perdagangan bebas mendatang (MEA 2015),” kata Widodo kepada Bhirawa, Minggu (4/1).
Widodo menjelaskan, bahwa dari 400 merek UMKM tersebut, 60 persen adalah usaha di bidang kerajinan. Dan 20 persen di bidang fashion dan life style, serta 30 persen produk makanan dan minuman (mamin).
Menurutnya, fasilitas pendaftaran merek tersebut diperuntukkan bagi industri skala kecil yang memiliki modal usaha Rp 50 juta sampai Rp 500 juta hingga mencapai Lima Miliar. ” Kami harap para pelaku UMKM sesegera mungkin mendaftarkan diri untuk mengikuti pelabelan tersebut,” imbuhnya. (geh)

Rate this article!
Tags: