UMM Jalin Kerjasama dengan Universitas EAFIT Kolombia

UMM Jalin Kerjasama dengan Universitas EAFIT Kolombia MoU, kedua belah pihak dilakukan secara Daring. [m taufiq]

Malang, Bhirawa
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mengembangkan jalinan kerjasama internasionalnya. Salah satunya dengan menggaet Universidad Escuela de Administración, Finanzas e Instituto Tecnológico (EAFIT), Kolombia. Kedua perguruan ini melangsungkan penandatanganan kerangka perjanjian kerja sama di bidang pendidikan pada Selasa (15/12), secara Daring.
Turut hadir dalam penandatanganan, Duta Besar Indonesia untuk Kolombia, Drs Priyo Iswanto MH, dan Duta Besar Kolombia untuk Indonesia, Juan Camilo Valencia Gonzalez.
Rektor UMM, Dr Fauzan MPd mengapresiasi jalinan kerja sama antara UMM dan EAFIT. Dr Fauzan yakin keduanya bisa saling mendukung dan juga bersinergi. Sinergitas inilah yang nanti dapat mempercepat akselerasi kemajuan di perguruan tinggi masing-masing. ”Dengan potensi yang dimiliki kedua universitas, kerja sama ini tentu akan memberikan kemajuan dan inovasi baru, terutama di level internasional,” tuturnya
Dr Fauzan juga menyampaikan, kerja sama ini bukan sekadar formalitas semata. Lebih jauh, bisa ditindaklanjuti dengan program strategis dan terukur dalam waktu dekat. Ia percaya banyak hal besar yang bisa dilakukan bersama EAFIT mengingat kualitas kedua universitas yang bagus pula.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor EAFIT, Claudia Maria Zea Restrepo juga mengungkapkan, kerja sama ini bisa memperkuat hubungan bilateral antara Kolombia dan Indonesia. Khususnya dalam bidang pendidikan tinggi.
“Kesepakatan ini dilaksanakan beriringan dengan peringatan 40 tahun hubungan diplomatik Kolombia dan Indonesia. Selain itu juga bertepatan dengan ulang tahun Universidad EAFIT yang ke 60,” imbuhnya.
Maria melihat UMM dan Universidad EAFIT memiliki banyak kesamaan. Keduanya merupakan perguruan tinggi swasta yang sama – sama sudah melayani di bidang pendidikan selama lebih dari 50 tahun. Ia berharap agar kerja sama yang terjalin bisa memberikan kontribusi dalam hubungan kedua universitas dan transformasi masyarakat.
Senada dengan Maria, Duta Besar Indonesia untuk Kolombia, Drs Priyo Iswanto MH juga berkeinginan agar penandatanganan ini dapat melengkapi kerjasama pendidikan antar dua negara. Mengingat hingga kini hanya terbatas pada beasiswa yang disediakan oleh pemerintah seperti Darmasiswa dan beasiswa lainnya.
Priyo juga mengapresiasi proses perundingan yang sangat intensif dan meski masih berada di tengah pandemi. Hal ini tidak lepas dari kemajuan sarana tekonologi dan Informasi.
“UMM dan EAFIT sama-sama menyandang status pendidikan berkualitas tinggi. Sudah barang tentu bisa dimulai dengan melaksanaka kegiatan di bidang yang tidak memerlukan biaya dan resource yang tinggi. Kemudian diikuti dengan kegiatan lainnya secara bertahap,” terang Priyo.
Juan Camilo Valencia Gonzalez, Duta Besar Kolombia untuk Indonesia menganggap kerja sama strategis antara kedua universitas terkemuka ini bisa menjembatani kesenjangan jarak geografis, meningkatkan potensi pertukaran budaya serta akademi. Ia juga berharap perjanjian bebas visa kedua negara mampu memberikan kemudahan dalam hal mobilitas akademik. [mut]

Tags: