UN SMP, Dua Siswa Kota Batu Terkena DB

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Mistin.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Mistin.

Kota Batu, Bhirawa
Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional SMP (9/5), dua siswa di Kota Batu terkena Demam Berdarah (DB). Dari dua siswa yang kini dirawat di Rumah Sakit (RS) Baptis, hanya satu siswa yang tidak bisa melaksanakan ujian di RS. Hal ini disebabkan pihak sekolah dari siswa bersangkutan telah menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
Diketahui, dua pelajar yang terkena DB adalah siswa dari SMPK Widya Tama dan siswa SMP Negeri 1 Batu. Untuk siswa SMPK masih bisa mengikuti ujian di Rumah Sakit. Karena pihak sekolah masih menyelenggarakan ujian secara manual, sehingga soal ujian masih bisa dibawa ke RS tempat siswa dirawat.
“Siswa ini bisa mengikuti dan mengerjakan soal ujian di Rumah Sakit dengan diawasi oleh guru pengawas,”ujar Kepala Dinas Pendidikan Batu, Mistin, Senin (9/5) kemarin.
Namun tidak demikian dengan siswa dari SMPN 1 Batu, Bayu Dimas Saputra. Ia tidak bisa mengikuti dan mengerjakan soal ujian di Rumah Sakit tempatnya dirawat. Karena pihak sekolah telah menerapkan sistem UNBK pada Ujian Nasional tahun ini. Karenanya, menjadi kesulitan untuk membawa perangkat komputer yang sudah terhubung dengan internet ke RS. “Ya terpaksa siswa SMPN 1 Batu akan mengikuti ujian susulan,”jelas Mistin.
Diketahui dalam pelaksanaan UN SMP tahun ini diikuti oleh 3249 siswa. Jumlah tersebut terdiri dari 2683 siswa SMP, dan 266 siswa MTs.
Namun naskah UN SMP di Batu kali ini tidak disedikan untuk 3249 orang yang tercatat sebagai peserta. Hal ini dikarenakan SMPN 1 Batu yang memiliki 274 peserta UN telah menerapkan sistem UNBK. Akibatnya, dalam naskah ujian yang diperoleh Dindik Batu, SMPN 1 tidak lagi mendapatkan jatah soal.
Diketahui, naskah UN SMP tiba di Mapolres Batu pada Selasa (3/5) pukul 10.45 WIB. Naskah tersebut diambil langsung oleh utusan Dindik Batu dari tempat percetakan naskah UN di   PT Jasuindo Tiga Perkasa, Sidoarjo.
Kapolres Batu, AKBP Leo Simarmata mengatakan, selama naskah UN disimpan di Mapolres, pihaknya memberikan jasa pengamanan selama 24 jam.
“Selain itu pintu ruang penyimpanan juga kita segel dengan segel dari Polres dan Dinas Pendidikan,”ujar Simarmata. [nas]

Tags: