Unair dan ITS Naikkan Kuota Penerimaan Maba Tahun Ini

Prof Dr Mohammad Nasih

Siapkan Prodi Akreditasi Unggul Hingga Tambah Prodi Baru

Surabaya, Bhirawa
Dua Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) di Surabaya, menambah jumlah kuota penerimaan mahasiswa baru (maba) tahun ini. Keduanya yakni, Universitas Airlangga (Unair) dan Institut Teknologi 10 Nopember (ITS).

Kedua kampus tersebut menawarkan prodi baru, hingga program studi (prodi) yang ditingkatkan dengan akreditasi unggul kepada calon mahasiswa baru (camaba).

Rektor Unair, Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak menyatakan hampir seluruh prodi di Unair telah terakreditasi unggul dan Unair menyediakan 9900 kuota mahasiswa di 64 program D3, D4, hingga S1.

Namun, ia melanjutkan, keketatan prodi pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tidak dapat diprediksi.

Sebab, diakuinya, setiap tahunnya prodi di Unair selalu mengalami perubahan, perubahan tersebut didasari oleh tingginya peminat dari prodi yang terus berubah-ubah tidak ada acuan yang pasti untuk keketatan prodi.

“Sebagai contoh, di tahun lalu prodi A lebih ketat daripada prodi B, di tahun ini bisa saja terbalik. Hal ini memang diluar kendali, selain berusaha dengan keras tak lupa untuk ikhtiar agar dapat memperoleh hasil yang diinginkan,” jelas Prof Nasih, Minggu (11/2)

Ia menegaskan, Unair tidak memiliki kuota khusus untuk SMA/MA dan SMK terbaik untuk dapat lolos pada seleksi perguruan tinggi.

Lebih lanjut, semuanya akan melalui seleksi yang sama melalui prestasi dan keunggulan dari calon mahasiswa yang mendaftar.

Dikatakan Prof Nasih, semua sekolah akan melewati proses seleksi yang sama. Setiap tahunnya akan selalu ada perubahan pada jumlah siswa yang diterima di tiap SMA/MA. Hal ini sebagai wujud Unair yang transparan.

“Banyaknya siswa yang diterima itu berfaktor pada mekanisme pasar, perubahan akan terus terjadi tidak ada kuota khusus,” kata Prof. Nasih. Selain menjadi siswa eligible, prestasi siswa menjadi salah satu penilaian pada SNBP.

Penyelenggara lomba menjadi salah salah satu penilaian. Prof Nasih menilai, prestasi bertaraf internasional dan nasional akan menjadi nilai plus bagi calon mahasiswa di Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Raihan juara juga menjadi faktor, apakah juara utama atau juara 1 hingga juara 3.

Sementara itu, tahun ini ITS menambah empat program studi (prodi) baru yang dapat dipilih juga pada SNBP dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2024.

Direktur Pendidikan ITS Prof Dr Eng Siti Machmudah ST MEng mengungkapkan, prodi tersebut terdiri dari Prodi Sains Data dari Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD), Prodi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dan Prodi Rekayasa Kecerdasan Artifisial (RKA) dari Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC), serta Prodi Kedokteran dari Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK).

“Sebelumnya tahun 2023 lalu keempat prodi tersebut hanya ada di Seleksi Mandiri, namun saat ini sudah bisa dipilih pada SNBP dan SNBT,” terang perempuan yang kerap disapa Machmudah ini.

Dengan bergabungnya empat prodi baru tersebut, Machmudah mengatakan bahwa ITS memiliki kuota sebanyak 6.570 mahasiswa baru.

Dengan rincian kuota SNBP sebanyak 1.564 kursi atau sebesar 23,81 persen, SNBT sebanyak 2.189 kursi atau sebesar 33,32 persen, dan Seleksi Mandiri sebanyak 2.817 kursi atau 42,88 persen dari keseluruhan kuota.

Machmudah juga menyampaikan, skema Seleksi Mandiri Prestasi ITS kini telah berubah nama menjadi Seleksi Mandiri Berbeasiswa.

Pada seleksi ini, Machmudah menuturkan bahwa ITS akan memberikan beasiswa bagi pendaftar yang mempunyai prestasi luar biasa. Beasiswa tersebut berupa kebebasan dari kewajiban membayar Iuran Pengembangan Institut (IPI) atau yang sebelumnya dikenal dengan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI). “Jadi hanya wajib membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT),” tegasnya. [ina.why]

Tags: