Unair Terapkan Sampling Rapid Test pada Peserta

Suasana Pelaksanaan UTBK SBMPTN tahun 2019 lalu.

Tunggu Rekomendasi Pemkot, Harap Rapid Test Tak Jadi Syarat Ikuti Ujian
Surabaya, Bhirawa
Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dimulai pada 12 hingga 18 April mendatang. Berbagai persiapan pun tengah dilakukan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Surabaya yang menjadi pusat pelaksanaan UTBK.
Panitia Pusat UTBK di Surabaya berharap rapid test tak lagi menjadi syarat peserta dalam mengikuti ujian. Meski begitu, hal itu belum bisa diputuskan hingga rekomendasi pelaksanaan UTBK resmi diberikan Pemerintah Kota Surabaya.
Menurut Ketua Pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Unair, Prof Dr Bambang Sektiari Lukiswanto DEA DVM, Satgas Covid 19 Pemkot Surabaya telah melakukan asessment ke pusat – pusat UTBK di Surabaya. Assesment Pusat UTBK kedua akan dilakukan tanggal 5 hingga 6 April 2021.
“Dari asesment pertama rekomendasinya, kami diminta betul – betul melaksanakan Protokol Kesehatan (Prokes) ketat. Mungkin karena sudah ada kajian yang dilakukan tim, memang tidak diperlukan rapid test atau antigen,”ujarnya Prof Bambang, saat dikonfirmasi Minggu (4/4) kemarin.
Sembari menunggu rekomendasi pasti pelaksanaan UTBK di Surabaya, Prof Bambang meminta, agar para peserta UTBK menjaga kesehatan dengan menerapkan Prokes ketat dan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari sebelum tes.
“Intinya di rumah, betul – betul isolasi mandiri dan persiapan tidak hanya tes tapi juga fisik. Sehingga saat tes, mereka fit dan sehat,” imbuh dia.
Karena tidak adanya wacana mewajibkan rapid test, tahun ini Unair tidak menyediakan tempat rapid test untuk peserta seperti tahun lalu.
“Tidak ada cadangan rapid tes. Tetapi kami akan melakukan sampling pada peserta sebelum memulai ujian untuk di rapid test. Kami juga memiliki instrumen untuk survelence yang selama ini digunakan dosen, Tendik (Tenaga Didik) dan mahasiswa. Nanti akan kami terapkan pada calon peserta,” jelas dia.
Maka diharapkan sehari sebelum ujian, peserta bisa mengisi blanko survei secara online untuk memastikan peserta memang sehat dan tidak berpergian jauh. Tahun ini, peserta yang mengikuti ujian di Unair mencapai 19.143 peserta. Dari jumlah itu, Unair menyediakan kapasitas 28 ribu pendaftar untuk tes, dengan 1.005 peserta dalam satu sesi ujian.
“Tes akan dilaksanakan selama satu minggu dan tiap harinya dibagi menjadi dua sesi. Sebanyak 28 ribu peserta ujian itu nanti juga akan disebar di tiga tempat, Kampus A, Kampus B, dan Kampus C Unair. Tujuannya tentu agar tidak menimbulkan kerumunan, sebagaimana Prokes,” imbuhnya.
UPN Veteran Jatim Sediakan 880 Unit Komputer
Tidak diperlukannya rapid test juga dikemukakan Kasubag Humas UPN Veteran Jawa Timur, Rudijanto. Menurutnya, peserta UTK tidak perlu membawa hasil rapid test non reaktif.
“Insya Allah tidak, ini hasil rapat para pimpinan PTN Surabaya dan Tim Satgas Covid 19 Pemkot Surabaya hanya ada penekanan terkait Prokes di masing – masing PTN sebagai tempat pusat UTBK,” kata Rudi.
Meski demikian, keputusan final para PTN di Surabaya masih menunggu hasil rekomendasi dari Tim Satgas Covid 19. Sementara itu, terkait asessment kedua. Rudi menegaskan, hal ini dilakukan untuk memastikan jika masing – masing PTN berkomitmen melaksanakan Prokes yang ketat.
“Artinya dalam pertemuan selanjutnya Pemkot dengan PTN di Surabaya dan Tim Satgas Covid 19 mengarah pada setiap peserta tidak diwajibkan untuk rapid test. Sambil menunggu rekom, sosialisasi ke peserta untuk menunggu asessment ke dua itu final. Otomatis sudah mendekati pelaksanaan UTBK,” urainya.
Harapannya, dari pimpinan PTN dan tenaga ahli kesehatan karena Surabaya sudah zona kuning dan kondisi Covid 19 landai, maka tidak perlu adanya rapid test ataupun test antigen.
Pusat UTBK UPN Veteran Jatim sendiri untuk tahun ini, menggandeng Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) untuk menyediakan lokasi ujian dengan spesifikasi UTBK. Sehingga pusat UTBK menyediakan 880 unit komputer untuk ujian.
“Kapasitas kami per hari sekitar 880, dan yang tes di UPN sekitar 7.573 peserta,” tandasnya. [ina]

Tags: