Unair Terima 1.925 Mahasiswa Baru SBMPTN

Rektor Unair Prof Nasih didampingi Ketua PPMB Unair Solihin dalam pers rilis pengumuman penerimaan SBMPTN Unair 2022

Surabaya, Bhirawa
Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) resmi umumkan hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri, Kamis (23/6) sore melalui laman https://pengumuman-sbmptn.ltmpt.ac.id.
Di Universitas Airlangga (Unair), dari 31.880 pendaftar, hanya 1.925 mahasiswa baru yang diterima pada jalur ini. Dengan kata lain, tingkat keketatan pada jalur SBMPTN di Unair mencapai 6 persen. Sedikit lebih ketat dibanding penerimaan pada SNMPTN.
Rektor Unair, Prof Moh Nasih mengungkapkan daya tampung SBMPTN Unair yang disediakan sebanyak 1.884, namun pada penerimaan SBMPTN Unair menerima 1.925 peserta. Sedikit lebih banyak dari daya tampung.
“(Penerimaannya) sedikit di atas daya tampung. Namun belum tentu langkah lanjutannya diterima. Misalnya yang bersangkutan mempunyai kebutaan tertentu sehingga akan mengganggu proses belajar mengajar mengakibatkan tidak lolos dialihkan ke tempat lain,” ujarnya.
Adanya selisih daya tampung dan penerimaan ini, Dikatakan Nasih karena ada beberapa program studi biasanya minat pada jalur mandiri agak rendah, maka ditambahkan ke kuota SBMPTN. Misal di Banyuwangi minat mandiri agak rendah maka daya tampung SBMPTN ditambah.
“Beberapa program studi kami tambah agar yang pertama yang diterima di mandiri enggak terlalu banyak. Misal seperti farmasi, kesehatan masyarakat di mana pada umumnya pilihan kedua, pilihan satu kedokteran biasanya banyak yang tidak ada daftar ulang. Nanti kalau ada yang daftar ulang tetap sama dengan daya tampung masing-masing. Sehingga daya tampungnya seimbang,” jelasnya.
Nasih melanjutkan, pada 1.925 calon mahasiswa baru yang diterima, 347 diantaranya merupakan peserta dengan pemegang KIP Kuliah. Dengan rincian KIP Kuliah tertinggi dari Keperawatan 21 orang, Ekonomi Pembangunan 20 siswa, Ekonomi Islam 20 siswa.
Sementara jumlah perempuan kata Nasih, agak sedikit berbeda dibanding SNMPTN. Jika yang lolos pada SNMPTN jumlah perempuan mendominasi hingga 79,09 persen. Di SBMPTN ada penurunan hingga 11,25 persen atau diangka 67,84 persen perempuan. Sisanya, penerimaan SBMPTN 32,16 persen laki-laki.
Terkait tingkat keketatan, tambah Nasih Fakultas Kedokteran Unair masih mendosimasi. Terbukti hanya 3 persen pandaftar yang dinyatakan lolos, dan sebanyak 97 persen peserta di jalur ini dinyatakan gugur.
“Kami sampaikan tidak berarti yang tidak diterima tidak pintar atau kurang pandai. Berkaitan SBMPTN tidak bisa diartikan sebagai ini. Kita lihat SBMPTN ini mereka yang belum diterima kurang beruntung, karena presentasi diterima dan tidak sangat kecil,” ujar Nasih.
Di Saintek Unair misalnya, kata Nasih mempunyai nilai tertinggi di mencapai 808,2 poin dari pendaftar Kedokteran Gigi. Nilai ini, diakui Nasih menjadi nilai tertinggi baik di Soshum ataupun Saintek. Sedangkan nilai tertinggi Soshum, mencapai 778,36 poin dari pendaftar prodi akuntansi.
“Baik Soshum atau Saintek rata-rata nilai yang diterima prodi minimal 629 poin. Untuk prodi-prodi tertentu justru minimal reratanya 700 lebih.
Fakultas Kedokteran misalnya rata2-rata 715,65 poin. Ini penting bagi masyarakat agar mengetahui nilai rata-rata yang diterima Unair,” terangnya.
Pada kesempatan ini, Nasih juga berpesan agar bagi siswa yang belum lolos pada SBMPTN untuk tidak berkecil hati. Karena masih ada jalur Mandiri yang disediakan Unair. Meski begitu, ia tetap mewanti-wanti pendaftar agar lebih jeli ketika menggunakan nilai UTBK. Jika nilai yang dimiliki masih jauh dari nilai minimum penerimaan di Unair, Nasih menyarankan agar pendaftar memilih jalur tes tulis agar persiapan lebih matang.

Kuota Capai 3.000 Kursi, Unair Sediakan Tiga Jalur Mandiri
Sementara itu, Ketua PPMB Unair Dr. Achmad Solihin, menambahkan untuk jalur Mandiri ini Unair menyiapkan 3.000 lebih kuota.
Besarnya kuota pada jalur Mandiri ini dikatakan Solihin karena hanya sekitar 2 persen pendaftar yang diterima pada jalur SBMPTN dari total keseluruhan daya tampung Unair, baik jalur SNMPTN, UTBK-SBMPTN, ataupun Mandiri. Artinya masih ada 98 persen siswa yang tidak bisa diterima di Unair. Karenanya pada jalur Mandiri ini Unair menyiapkan tiga ketagori. Masing-masing jalur yakni jalur Mandiri dengan nilai UTBK yang dibuka pada 4-26 Juni 2020.
Mekanisme pendaftaran ini, jelas Solihin peserta cukup mengunggah kartu peserta UTBK-SBMPTN sebagai salah satu syarat pendaftaran. “Untuk nilai kami akan mintakan ke LTMPT,” urainya.
Hingga saat ini, jumlah pendaftar dengan jalur Mandiri nilai UTBK masih 800 orang. Namun jumlah itu akan terus naik usai LTMPT mengumumkan penerimaan SBMPTN.
Jalur selanjutnya yakni tes tulis Mandiri. Pendftaran pada jalur ini dibuka pada 4 Juni-2 Juli 2020.
Terakhir jalur Mitra Universits. Di mana diperuntukkan bagi perusahaan yang bermitra dengan kampus dan memiliki komitmen mendukung proses pembelajaran di Unair dalam MBKM yang mana salah satu syaratnya menjadi tempat magang atau dosen praktisi di Unair. [ina.bb]

Tags: