Undang-undang Lalulintas dan Angkutan Jalan Perlu Revisi Segera

Kiri ke knan:Muhamad Aras, Haris Muhamadun, John Oktaveri dalam diskusi forum legislasi di Jakarta, Selasa (14/5/2024).

Jakarta, Bhirawa.
Wakil rakyat di Komisi V DPR RI Muhammad Aras (PPP) melihat, revisi UU Lalulintas dan Angkutan Jalan yang tertunda sejak tahun 2019, dikarenakan tidak adanya kesepahaman dan kesepakatan antara DPR dengan pemerintah. UU yang lahir sejak tahun 2009 ini menurut Aras, sangat membutuhkan perbaikan perbaikan materi agar ber- kesusaian dengan kondisi saat ini.

“Perkembangn teknologi berdampak terhadap perkem bangan lalulintas. Sehingga, baik ketersediaan jalan, kendaraan dan fasilitas yang lain juganharus diatur dengan baik. Sehingga hadirnya UU Lalulintas dan Angkutan Jalan yg telah di revisi, bisa meminimalkan kecelakaan,” ucap Muh Aras dalam diskusi forum legislasi dengan tema “Menakar Urgensi Revisi UU Lalulintas dan Angkutan Jalan”, Selasa (14/5/2024). Nara sumber lain, Sekjen Masyarakat Transportasi Indonedia Haris Muhamadun dan praktisi Media John Andi Oktaveri.

Aras lebih jauh melihat, UU Lalulintas Indonesia belum mengatur kendaraan tanpa sopir, yng kini sudah dikembangkan di luarnegeri. Juga transportasi online perlu ada dalam UU itu, agar penegak hukum punya payung yang kokoh.

“Melihat kecelakaan yng terus beruntun khususnya kecelakaan Bus di Subang yang menewaskan banyak anak SMK. Sayaminta agar yng terkait, termasuk para pengusaha transportasi, petugas, termasuk penumpang agar melakukan verifikasi terkait kendaraan yang layak dipakai atau tidak layak pakai,” tandas Aras.

Haris Muhamadun menilai, kecelakaan Bus wisata di Subang karena tidak adanya pengawasan pada kelayakan jalan pada Bus tersebut. Karena UU Lalulintas nya tidak menjangkau hal itu.

Haris berpendapat, agar pemerintah ber kontribusi dalam pembinaan pada para pengusaha Bus wisata. Utama nya pada kelayakan jalan kendaraan nya, termasuk para awak Bus.

John Oktavery menyoroti pengawasan hulu sampai hilir pada kualitas dan harga sewa kendaraan wisata.i Sayangnya masyarakat masih cenderung mencari angkutan harga murah. Tanpa mempertimbangkan kendaraan yang sewanya murah ternyata kondisi nya sangat membayakan. Seperti halnya kecelakaan maut Bus diSubang ternyata Chasis nya sudah tidak.layak pakai. (ira.hel)

Tags: