Unesa Buka Enam Prodi Baru

UnesaSurabaya, Bhirawa
Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tidak hanya akan diwarnai persaingan calon mahasiswa. Bagi PTN, momen tahunan ini juga akan menjadi kesempatan untuk membuka prodi baru atau menutup prodi lama.
Tahun ini, sejumlah PTN di Surabaya telah siap menawarkan prodi baru mereka untuk mengikuti SNMPTN 2015. Diantaranya ialah Universitas Negeri Surabaya yang memastikan diri membuka enam prodi baru. Diantaranya ialah, S1 Seni Musik, S1 Desain Komunikasi Visual, S1 Seni Rupa, S1 Sistem Informasi, S1 Teknik Informatika, dan S1 Ekonomi Islam.
Kepala Humas Unesa Suyatno mengungkapkan, enam prodi baru itu memiliki daya tampung masing-masing 40 mahasiswa baru yang akan diterima dari jalur SNMPTN, SBMPTN dan mandiri. “50 persen dari total daya tampung atau 20 kursi mahasiswa akan dibuka melalui jalur SNMPTN,” terang Suyatno, Kamis (21/1).
Sementara total daya tampung di Unesa Sendiri pada tahun ini mencapai 5.777 mahasiswa baru. Kuota ini naik dibandingkan tahun sebelumnya yang menyediakan 5.500 kursi. Untuk beberapa prodi di Unesa seperti prodi seni, drama, musik (Sendratasik) dan prodi olahraga, pendaftar harus menyertakan portofolio, selain nilai rapot dan prestasi akademik lainnya. Syarat ini khusus diberikan untuk mendaftar jalur SNMPTN.
“Tahun ini kami tidak melarang kaum disabilitas mendaftar di semua prodi yang dipilih. Namun sebaiknya perlu introspeksi diri dulu sebelum mendaftar. Jangan memaksakan diri,” katanya.
Selain Unesa, Universitas Airlangga juga menawarkan prodi baru yang akan dibuka tahun ini, yakni Teknologi Industri Hasil Perikanan dengan total kuota 90 mahasiswa. Selain itu, empat prodi luar domisili di Banyuwangi tahun ini juga akan dibuka melalui jalur SNMPTN.
Wakil Rektor 1 Unair Achmad Syahrani menuturkan, prodi baru ini tidak perlu melalui izin dari dikti karena unair sudah tercatat sebagai PTN Berbadan Hukum sehingga  bisa mengeluarkan perizinan prodi sendiri. Prodi baru ini pun belum terakreditasi. Berbeda dengan 23 prodi yang sudah terakreditasi A dan 11 prodi terakreditasi B.
Di SNMPTN tahun ini, Syahrani mengatakan Unair menyediakan kuota 2.608 mahasiswa dari total kuota yang akan diterima tahun ini sebanyak 5.215 mahasiswa baru. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang totalnya hanya 4.800 mahasiswa.
Berbeda dengan Unair dan Unesa, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya justru akan menghapus satu prodi, yakni Filsafat Politik Islam. Wakil Rektor 1 UINSA Samsul Huda menyatakan tidak ada prodi baru yang dibuka tahun ini. Hanya ada satu prodi baru yakni Hukum Tata Negara (HTN) yang sifatnya menggantikan prodi Filsafat Politik Islam.
Prodi Filsafat Politik Islam tidak lagi membuka mahasiswa baru karena instruksi dari Dirjen Pendidikan Tinggi Islam (Diktis). Samsul membantah penghilangan prodi ini karena kasus pemasangan poster bertuliskan “Tuhan Membusuk” saat orientasi mahasiswa baru beberapa waktu lalu. “Tidak ada kaitannya dengan itu. Ini hanya bagian dari regulasi nomenklatur Diktis,”tegasnya.
Meski penerimaan mahasiswa baru prodi filsafat politik islam ditutup, tetapi proses perkuliahan prodi ini tetap berlangsung. “Mahasiswa lama tetap dihabiskan, tidak ditutup,”katanya. Prodi HTN yang akan menggantikan FPI ini berda di fakultas berbeda. HTN di fakultas syariah dan hukum sementara FPI di fakultas ushuludin dan fikih.
Di SNMPTN kali ini, UINSA menyediakan kuota sekitar 1.440 mahasiswa baru dari total 3.600 mahasiswa baru yang diterima tahun ini. Mereka akan tersebar di 37 program studi murni dan keagamaan. Samsul memastikan, seluruh prodi di UINSA akan tetap mengikuti SNMPTN 2015. Kepastian ini sekaligus membantah kabar sebelumnya yang sempat beredar bahwa kampus ini hanya bisa mengikutsertakan program studi umum karena prodi keagamaan di bawah wewenang kementerian agama.
“Setelah melalui beberapa pertemuan pasca launching SNMPTN akhirnya semua prodi bisa ikut,” tegasnya.
Diperbolehkannya prodi agama di SNMPTN ini karena parameter penilaiannya mengacu pada nilai raport, nilai sekolah dan prestasi siswa. Dan di raport juga mencantumkan mata pelajaran agama yang bisa menjadi pertimbangan untuk prodi keagamaan. Berbeda dengan Seleksi Bersama Masuk PTN yang tidak ada tes untuk mata pelajaran agama. “Untuk SBMPTN kami hanya mengikutkan prodi-prodi murni,” tegasnya. [tam]

Rate this article!
Tags: