Unesa Jatuhkan Pilihan untuk Prof Nurhasan

Hasil Jaring Aspirasi Calon Rektor
Surabaya, Bhirawa
Langkah Prof Nurhasan duduk di kursi Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kian mulus. Ini setelah 5.274 suara civitas akademika Unesa menjatuhkan pilihannya kepada Nurhasan sebagai rektor pengganti Prof Muchlas Samani, Selasa (18/3).
Sesuai hasil jaring aspirasi calon Rektor Unesa, Prof Nurhasan menduduki peringkat pertama di atas pesaingnya Prof Warsono dan Prof Yatim Riyanto. Artinya, dia menjadi orang paling diharapkan bisa memimpin Unesa 4 tahun mendatang. Dari 10.822 pemilih yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan karyawan, hampir separo memilih Prof Nurhasan dengan total suara 5.274.
Di peringkat dua terdapat Prof Dr Warsono yang meraih suara 3.592 dan peringkat ketiga ada Prof Yatim yang mendapat 1.549 suara. Sementara 407 suara dianggap tidak sah oleh panitia pelaksana lantaran memilih tidak sesuai ketentuan.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unesa Prof Dr Tjandrakirana mengungkapkan, semua proses jaring aspirasi telah dilaksanakan dengan jujur dan transparan. Meski tidak dapat mempengaruhi keputusan akhir, jaring aspirasi  ini diharapkan bisa menjadi pertimbangan senat untuk memilih calon rektornya.
Hasil ini selanjutnya akan dikirimkan ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bersamaan dengan pengiriman nama tiga calon yang sudah ditetapkan rapat senat pada 25 Maret 2014. “Ini hanya polling dan tidak menentukan. Semoga bisa menjadi pertimbangan Mendikbud untuk memilih,” kata Guru Besar Bioandrologi yang juga seorang dokter ini.
Lebih lanjut Prof Tjandra menambahkan, dalam jaring aspirasi kemarin mahasiswa semester 7 dan 8 banyak yang tidak datang memilih karena jam kuliahnya tersisa sedikit. “Untuk mahasiswa di bawah semester 7 banyak karena ini memang awal kuliah,” kata dia.
Pada jaring aspirasi kemarin, panitia menyediakan 18 ribu surat suara untuk mahasiswa, 950 untuk dosen, dan 650 untuk karyawan. “Ini untuk mengetahui sosok rektor yang dikehendaki warga Unesa,” sambung Tjandra.
Sementara itu, pada pemilihan rektor melalui rapat senat yang dijadwalkan 23 April mendatang, senat memiliki 65 persen suara, 35 persen lainnya suara Mendikbud.
“Pada 25 Maret akan ada rapat penetapan tiga calon rektor. Kebetulan Unesa sekarang ini ada tiga calon. Perbandingan suara senat dan kementerian nanti bisa sama-sama unggul. Biasanya kementerian tidak satu suara,” katanya.
Kepala Humas Unesa Suyatno menambahkan, poling di tingkat fakultas, pasca sarjana dan kantor rektorat digelar hanya dalam tempo empat Jam, yaitu pukul 08.00 hingga 12.00. Karena jumlah pemilik hak suara di kantor rektorat lebih sedikit, maka proses penyaluran suara langsung dilanjutkan penghitungan suara.
Suyatno mengaku, pihaknya telah menerjunkan personel di tiap fakultas untuk melakukan rekapitulasi. Hasilnya langsung bermuara ke humas, sehingga¬† bisa langsung diolah dengan perolehan suara di kantor pusat. Sementara itu, pada penjaringan aspirasi kemarin, tidak semua mahasiswa dan karyawan mengikutinya. Data Unesa menyebut, ada 25.865 mahasiswa untuk program pendidikan D3, S1, S2, S3. “Yang memilih secara keseluruhan tidak sampai 50 persennya. Tapi ini tetap akan menjadi bahan pertimbangan,” ungkap dia. [tam]

Tags: