Universitas Gajayana Kota Malang Lepas 500 Sarjana Secara Luring

Rektor Uniga, Prof. Dr. Hj. Dyah Sawitri, SE. MM

Kota Malang, Bhirawa
Universitas Gajayana (Uniga) Malang, Sabtu 10/4 besuk akan mewisuda 500 sarjana secara luring di aula kampus setempat, serta secara daring untuk mahasiswa luar pulau.

Rektor Uniga, Prof. Dr. Hj. Dyah Sawitri, SE. MM, kepada Bhirawa, Kamis.8/4 kemarin mengutarakan, jika pihaknya akan melakujan wisuda secara luring dengan tanpa menghadirkan orang tua wali.

Dari 500 sarjana ini, akan dibagi dua sesi, sesi pertama 225 orang, dan sesi kedua 225,  orang sisanya mereka mengikuti wisuda daring.

“Untuk yang luar pulau, kami melaksanakan secara daring, jadi jumlah mereka yang ikut  sekitar 10 persenya, dan semua sudah menyampaikan kepada pihak kampus,”terang Wanita yang juga Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi), Wilayah IV ini.

Ia lantas merinci untuk pelaksanaan wisuda luring, pihaknya akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sebelum memasuki ruangan para wisudawan akan di cek suhunya terlebih dulu.

“Protokol kesehatan kita terapkan dengan ketat,   selain suhu bandanya dipastikan tidak  melebihi 37 derajat, mereka harus memakai masker, dan duduk dengan jarak yang aman. Karena kapsitas gedung 1500 hanya akan diisi, maksimal 300 orang saja,”terang dia.

Pihaknya juga nemastikan dalam pelaksanaan wisuda tidak ada jabat tangan, dan wisudawan langsung meninggalkan tempat, satu persatu usai prosesi.

“Sudah kita hitung waktunya , makanya kita buat dua sesi. Selesai prosesi dan dikukuhkan para sarjana langsung diminta  meninggalkan tempat,”tambahnya.

Setelah itu, ruangan akan dibersihkan lagi, untuk digunakan wisuda tahap ke dua. Ini menurut rektor dilakukan untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan di era new normal.

Pihaknya juga berpesan, para sarjana untuk tetap  termotivasi untuk sukses, pada era pandemi ini. “Sarjana harus mampu bangkit  dalam situasi apapun untuk menuju sukses, dan itu tumbuh dari diri sendiri, bukan dari orang laian,”sambungnya.

Menurutnya tidak ada kata sulit, karena itu pandemi bukan alasan untuk terus maju dan berkembang.

“Setiap era pasti ada kelebihanya, termasuk era pandemi. Pandemi memecu produktifitas membawa kita makin melek teknologi. Banyak sekali pertemuan yang dilakukan secara daring. Makanya jangan terlena karena pandemi, produktufitas harus terjaga, sehingga sukses bisa diraih,”pungkasnya. [mut]

Tags: