Unusa Buka Program PPG Prajabatan Mandiri

Prof Dr Ir Achmad Jazidie, M.Eng

Sertifikat PPG Bisa Digunakan dalam TKB CPNS
Surabaya, Bhirawa
Dipercaya Kemdikbud sebagai penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Mandiri 2020, Universitas Nahdlatul Ulama (Unusa) akan membuka pendaftaran mulai awal Januari 2020.
Pendaftaran dan seleksi akan dilakukan secara nasional mulai awal Nopember hingga 2 Desember melalui laman pendaftaran.ppg.ristekdikti.go.id.
Menurut Rektor Unusa, Prof Dr Ir Achmad Jazidie, ada 63 Perguruan Tinggi (PT) negeri dan swasta yang dipercaya untuk menyelenggarakan PPG Prajabatan Mandiri pada tahun 2019 ini. Unusa sendiri mendapatkan kuota 75 mahasiswa untuk program PPG Prajabatan Mandiri.
“Alhamdulillah, ini menjadi kesempatan dan kontribusi bagi kami dalam peningkatan mutu pendidikan nasional,” ujarnya.
Sebelumnya, Unusa juga dipercaya pihak Kementerian dalam menyelenggarakan sertifikasi PPG-SD Dalam Jabatan. Penyelenggaraan PPG-SD Dalam Jabatan sendiri sudah diikuti ratusan guru dari berbagai daerah. Diantaranya Sidoarjo, Magetan, Tulungagung, Pamekasa, Pasuruan, Sumenep, Bangkalan hingga Lombok.
Selain itu, melalui Kemendikbud, Unusa juga ditunjuk dalam menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (Diklat) bagi kepala sekolah. Kerja sama antara Unusa dengan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Kemendikbud dalam bentuk Diklat bagi kepala sekolah dan calon kepala sekolah untuk dua tahun ke depan.
“Unusa memberi materi pendidikan profesi guru dengan menekankan pada pendidikan yang berkarakter. Ini sesuai dengan komitmen kami dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional, dan sejalan dengan misi Unusa dalam menghasilkan generasi rahmatan lil alamin,” tambah dia.
Kontribusi Unusa dalam peningkatan mutu pendidikan nasional juga merujuk dalam UU guru dan dosen. Di mana seseorang yang ingin menjalani profesi guru maka harus menempuh pendidikan profesi.
“Mereka yang baru lulus pendidikan S1, belum mempunyai otoritas dan private untuk menjadi guru. Jadi jika mereka passionnya ingin menjadi guru maka harus menempuh PPG. Sama seperti apoteker, bidan dan dokter,” katanya.
Ditambahkan Ketua Penerima Mahasiswa Baru (PMB) Unusa, Drajad Uji Cahyono, peserta PPG di Unusa nantinya kaan diberi pembekalan ilmu dari para pakar kependidikan. Yaitu Mendikbud tahun 2010-2014, Prof Dr Ir Mohammad Nuh, praktisi pendidikan Munif Chatib, serta Guru Besar bidang Manajemen Pendidikan Prof Dr Muchlas Samani MPd. Semnetara itu, sasaran angkatan pertama PPG prajabatan Mandiri tahun akademik 2019/2020 ditujukan kepada sarjana yang belum menjadi guru.
“Dari pendaftaran peserta akan diseleksi administrasi dan verifikasi berkas terkait linieritas kualifikasi S-1/D-IV dengan program studi PPG dalam jabatan. Dilanjutkan seleksi akademik hingga pengumuman hasil seleksi akan dilaksanakan secara terpusat,” kata Drajad.
Adapun liniearitas program studi PPG Prajabatan Mandiri di Unusa sendiri memiliki persyaratan lulus S1atau D4 PGSD,PGMI, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan IPA, Pendidikan IPS, Tadris Bahasa Indonesia,IPA,IPS dan Matematika, Pendidikan Luar Biasa dan Psikologi.
“Sertifikat PPG ini akan bermanfaat bagi guru dalam mendaftar CPNS. Skornya pun setara dengan nilai tertinggi dalam Tes Kemampuan Bidang (TKB) yang bernilai 60%. Jadi bagi yang sudah memiliki sertifikat tidak usah TKB,” tandasnya. [ina]

Tags: