Upload Visi Misi, Seorang PNS Diperiksa Bawaslu

Kantor Bawaslu Kota Pasuruan yang berada di Jalan Panglima Sudirman, Senin (20/1). [Hilmi Husain]

Pasuruan, Bhirawa
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pasuruan memeriksa seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Pasuruan terkait pelanggaran netralitas ASN dalam Pilkada Kota Pasuruan 2020.
ASN Pemkot Pasuruan itu adalah RA, yang mengunggah dirinya sendiri sebagai Calon Wali Kota Pasuruan dari jalur independent lewat media sosial Facebook miliknya. Hasil pemeriksaan terhadap ASN di Dinas Pekerjaan Umum sebagai Kasih Bidang Pertanahan itu, Bawaslu menemukan adanya pelanggaran netralitas ASN.
“Kami telah memanggil RA dan melakukan pemeriksaan serta minta klarifikasi terkait unggahannya via FB, terkait dukungan menjadi calon Wali Kota Pasuruan berikut sejumlah visi dan misinya yang ia upload,” ujar Koodinator bidang Hukum dan Penangan Pelanggaran Bawaslu Kota Pasuruan, Awanul Mukhris, Senin (20/1).
Dari hasil pemeriksaan tersebut RA terbukti melakukan penggaran netralitas ASN. Ia melanggar UU tentang ASN dan peraturan Pemerintah Pemerintah (PP) nomer 42 tahun 2004 tentang pembinaan jiwa korps dan kode etik PNS, serta pasal 11 huruf 5 tentang PNS dilarang mendeklarasikan sebagai bakal kepala daerah.
Di poin E, juga dilarang dan mengunggah dan menanggapi bakal calon kepala daerah di medsos. “Beliau tadi sudah kami tegur, karena melanggar aturan ASN. Di hadapan kami, RA berdalih tak melanggar. Dalihnya pada UU nomer 10 tahun 2012 tanpa PP mengatur ASN. Dari hal itu, RA tak menyadari dan tak mengetahui bahwa di UU itu ada kode etik ASN,” urai Awanul Mukhris.
Selanjutnya, lanjut Awanul, RA bersedia menghapus upload FB tersebut. “Di depan kami, beliau mengakui salah dan sudah menghapus upload di medsos itu. Pada intinya, ASN itu dilarang menguploaud yang berhubungan dengan Pilkada,” jelas Awanul Mukhris.
Ia mengharapkan pada ASN lain di lingkungan Pemkot Pasuruan supaya mengerti terkait netralitas ASN. [hil]

Tags: