UPT PRSMP Surabaya Dinsos Jatim Tanamkan Mental Wirausaha Sejak Dini PM

Pemprov Jatim melalui UPT PRSMP Surabaya Dinsos Jatim membekali 35 penerima manfaat (PM) angkatan II tahun 2022 dengan bimbingan kewirausahaan.

Pemprov Jatim, Bhirawa.
Pemprov Jatim melalui Unit Pelaksana Teknis Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Marsudi Putra (UPT PRSMP) Surabaya Dinsos Jatim membekali 35 penerima manfaat (PM) angkatan II tahun 2022 dengan bimbingan kewirausahaan, Kamis (29/9).

Kewirausahaan termasuk salah satu program kegiatan dari bimbingan sosial yang dilaksanakan di UPT PRSMP Surabaya. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang kelas UPT dengan dihadiri 35 PM dan dibimbing oleh instruktur, Nuhari.

Menurut Nuhari, pentingnya pembelajaran wirausaha sejak dini untuk menanamkan mental wirausaha sedini mungkin kepada remaja dan anak-anak, dalam hal ini bagi PM UPT PRSMP. Dia menjelaskan, tujuan pelajaran kewirausahaan kali ini lebih menekankan pada proses belajar dan menata kepribadian PM, yaitu keberanian berusaha dengan berbagai terobosan kreativitas sejak dini.

“Pengetahuan kewirausahaan bagi para PM merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan kepribadian dan kreativitas PM, memiliki daya saing yang baik, dan berjiwa wirausaha yang dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan. Pengenalan kewirausahaan sejak dini tentu harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan PM dan pengalaman yang telah diperoleh selama di UPT,” ungkap Nuhari.

Selain itu, UPT PRSMP Surabaya Dinsos Jatim mengajarkan praktik keterampilan potong rambut pada klien anak berhadapan dengan hukum (ABH) sebagai usaha mengenalkan peluang usaha barbershop atau pangkas rambut.

Keterampilan potong rambut ini termasuk salah satu dari bimbingan sosial yang diberikan pada klien ABH. Kegiatan ini dilakukan di ruang instruktur, diikuti oleh seluruh klien ABH dan dipandu instruktur potong rambut, Hans dan Hudi.

Saat praktik potong rambut kali ini, Hans dan Hudi mengajari klien ABH mengenai cara dan proses memotong serta merapikan rambut dengan baik dan benar sesuai dengan bentuk wajah. Dalam kesempatan itu pun, Hans mengatakan bahwa keterampilan potong rambut dapat memberikan keterampilan kepada para ABH agar bisa menjadi bekal untuk dijadikan profesi sebagai hairdresser (penata rambut). Karena menurut dia, usaha ini tidak pernah lekang oleh waktu. Sampai kapan pun pasti akan terus ada.

“Kita tahu usaha barbershop ini ada di mana-mana, karena memang barbershop sangat dibutuhkan orang. Biasanya kalau sekali pangkas sudah cocok, maka dia akan balik lagi dan lagi. Semoga keahlian potong rambut ini nantinya bisa bermanfaat bagi ABH untuk membuka usaha,” kata Hans.

Hudi menambahkan, usaha barbershop atau potong rambut saat ini merupakan salah satu usaha yang cukup digemari oleh remaja khususnya laki-laki. “Selain keuntungan yang cukup menjanjikan, usaha ini keberadaannya akan terus dibutuhkan di mana pun sebab menjadi salah satu kebutuhan agar penampilan bersih dan rapi,” imbuh Hudi.

Kepala UPT PRSMP Surabaya, Pinky Hidayati SPsi MPsi mengatakan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki dan diperoleh para PM selama di UPT akan meningkatkan rasa percaya diri dan mengembangkan potensi mereka untuk belajar berbisnis (berwirausaha) sejak dini.

“Ilmu kewirausahaan juga dapat mengembangkan kepribadian dan kreativitas PM yang terlatih mulai dari sekarang dan akan menjadi modal utama produktivitas serta kemandirian mereka. Hal ini sekaligus untuk memberikan soft skill kewirausahaan bagi para PM sehingga bisa bermanfaat untuk masa depan mereka nantinya,” harap Pinky.[rac.ca]

Tags: