UPT PSTW Blitar Latihan Tanggap Bencana Bersama BPBD Tulungagung

Tampak UPT PSTW Blitar Asrama di Tulungagung lakukan sosialisasi dan simulasi tanggap bencana Gempa Bumi bersama BPBD Kabupaten Tulungagung, Kamis (21/9). [Hartono/Bhirawa]

Blitar, Bhirawa.
Mengantisipasi berbagai jenis bencana yang mungkin saja terjadi sewaktu-waktu, Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha (UPT PSTW) Blitar asrama Tulungagung lakukan sosialisasi dan simulasi tanggap bencana Gempa Bumi bersama BPBD Kabupaten Tulungagung, Kamis (21/9).

Kepala UPT PSTW Blitar, Harijati mengatakan pihaknya bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Tulungagung melakukan langkah antisipasi bencana Gempa Bumi bersama BPBD Kabupaten Tulungagung yang diikuti oleh 37 orang pegawai UPT PSTW Blitar yang juga Kasubag TU, Kasi Pelayanan Sosial dan Kasie Bimsos yang berada di Asrama Tulungagung.

“Dengan adanya sosialisasi dan simulasi tanggap bencana, kita sebagai pendamping penerima manfaat mendapatkan tambahan ilmu terkait mitigasi bencana gempa bumi, mulai tata cara pertolongan pada kelompok rentan salah satunya lansia saat terjadi bencana gempa bumi,” kata Harijati.

Lanjut Harijati, pihaknya tidak ingin dengan adanya musibah yang tidak diinginkan ini, seluruh pegawai UPT PSTW Blitar siap dan tanggap, karena yang dilayani mayoritas usia manula.

“Semua harus siap, sehingga kegiatan ini sangat penting bagi kami untuk bisa melayani,” jelasnya.

Sementara Kasi pencegahan Bencana BPBD Kabupaten Tulungagung, Siti Nurhasanah, dalam menyampaikan materinya mengakui Kabupaten Tulungagung masih merupakan wilayah rawan bencana gempa bumi di Jawa Timur.

“Untuk pencegahan dan siklus penanganan apabila terjadi gempa bumi, harus ada pemetaan dimana titik evakuasi dan titik kumpul di area UPT PSTW Blitar di Tulungagung yang diangap aman, juga harus ada pemasangan titik dan jalur evakuasi melibatkan pegawai dan penerima manfaat lansia untuk terhindar dari bencana,” terang Siti Nurhasanah.

Tambah Siti Nurhasanah, pihaknya juga meminta seluruh pegawai untuk menghadapi bencana lebih mengutamakan penerima manfaat lansia yang berada di UPT PSTW Blitar asrama Tulungagung, dimana pihaknya juga telah memberikan materi praktik simulasi tanggap bencana gempa bumi yang dilakukan oleh seluruh pegawai.

“Pada saat terjadi bencana, pertolongan diprioritaskan manusia yang memiliki harapan hidup lebih besar, serta pada saat pertolongan wajib menerapkan prinsip 3A yaitu Amankan diri sendiri, Amankan lingkungan dan Amankan Pasien,” pungkasnya. [htn.gat]

Tags: