UPTP Diskop UKM Jatim ‘Bentengi’ Pelaku UMKM Melalui Penyuluhan Hukum

Kadiskop UKM Provinsi Jatim, Andromeda Qomariah dalam kegiatan penyuluhan hukum pelaku UMKM. [Abednego/bhirawa]

Kota Malang, Bhirawa.
Sebagai tulang punggung perekonomian, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) perlu memahami literasi permasalahan hukum. Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Jatim melalui UPT Pelatihan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim menggelar penyuluhan hukum bagi pelaku UMKM.

Bertempat di Malang, kegiatan yang dilakukan selama dua hari sejak Senin (1/4) hingga Selasa (2/4) ini dihadiri Kepala Diskop UKM Provinsi Jatim, Andromeda Qomariah. Turut mendampingi Kepala UPTP Diskop dan UKM Provinsi Jatim, Erwin Indra Widjaja. Serta dihadiri pelaku UMKM di Jatim.

“Kegiatan penyuluhan hukum ini sangat penting, agar pelaku UMKM dapat memahami aturan hukum yang berlaku. Sehingga menghindari kasus hukum, baik perdata maupun pidana yang dapat merugikan kegiatan usaha yang dirintis,” kata Kadiskop UKM Provinsi Jatim, Andromeda Qomariah, Selasa (2/4).

Dijelaskannya, para pelaku UMKM sangat penting diberi penyuluhan maupun literasi mengenai hukum. Dengan begitu dapat meningkatkan pengetahuan serta memahami wawasan mengenai hukum. Hal ini bertujuan untuk melindungi dan mendukung pengembangan usaha.

Pihaknya mengaku, banyaknya kasus hukum yang menjerat pelaku UMKM, mendorong Pemerintah memberikan perlindungan kepada UMKM. Apalagi UMKM banyak membantu perekonomian negara, baik dalam menciptakan lapangan kerja maupun ekonomi daerah.

“Sebelum Kemenkop punya program ini, Diskop sudah lebih awal mempunyai program ini. Kami berharap peserta kembali ke rumah memperoleh wawasan hukum dan dapat menerapkan bagi pengembangan usahanya,” harapnya.

Ditambahkannya, beberapa masalah UMKM sering datang saat mereka sedang giat dan semangat membangun usaha. Sehingga beberapa aturan kadang terabaikan. Disaat puncak kejayaan itulah masalah hukum sering kali datang.

Dengan penyuluhan hukum ini, pihaknya yakin pelaku UMKM dapat menerapkan materi yang diberikan dikesehariannya. Pihaknya juga percaya bahwa kita semua bisa saling belajar satu sama lain. Serta dapat menciptakan jejaring dan lingkungan komunitas yang saling mendukung.

“Manfaatkan seoptimal mungkin konsultasi hukum ini, karena konsultasi hukum di luar mahal biayanya. Sementara disini gratis, dengan harapan para peserta memperoleh wawasan hukum yang cukup dan diterapkan bagi pengembangan usaha sehari-hari,” pungkasnya. [bed.mut.bb]

Tags: