Urgensi Shalat Zhuhur Bagi Etos Kerja

Buku Manfaat Shalat Zhuhur Bagi Etos KerjaResensi buku :
Judul Buku  : Manfaat Shalat Zhuhur Bagi Etos Kerja
Penulis    : Imam Musbikin
Penerbit  : Sabil, Yogyakarta
Cetakan  : I, Agustus 2014
Tebal    : 172 halaman
ISBN    : 978-602-255-631-2
Peresensi  : Imron Mustofa
Mahasiswa PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga; Aktif di LPM Paradigma

Tuntutan pekerjaan kerapkali membuat seseorang berhadapan dengan berbagai permasalahan pelik. Mulai dari tugas-tugas yang menumpuk, klien yang rewel, hingga atasan yang cerewet. Tentu saja, hal-hal semacam ini tak jarang membuat seseorang stres. Pekerjaan pun menjadi kurang maksimal, karena dikerjakan dalam keadaan hati dan pikiran sedang kalut.
Kekalutan mencapai puncaknya ketika masuk waktu zhuhur. Matahari yang begitu terik, berdampak pada ketidakstabilan seseorang dalam bekerja. Badan terasa lelah, ingin segera istirahat. Otak pun sulit berpikir jernih, karena cuaca yang kurang mendukung. Sehingga, diperlukan istirahat sejenak untuk sekadar mengembalikan energi yang terkuras sejak pagi.
Akan tetapi, ada hal lain yang jauh lebih bermanfaat ketimbang sebatas istirahat, yaitu shalat zhuhur. Memang, seringkali seseorang menyepelekan shalat di tengah hari ini dengan alasan menambah rasa lelah dan lebih memilih untuk tidur. Logika semacam ini sah-sah saja. Namun, dalam buku Manfaat Shalat Zhuhur bagi Etos Kerja dijelaskan bahwa dari berbagai penelitian menunjukkan, orang yang melakukan shalat zhuhur tidaklah mengalami kerugian. Bahkan, usai shalat, tubuh dan pikiran kembali fresh, sehingga prestasi kerja pun mudah digapai.
Sebenarnya, mengerjakan shalat zhuhur bisa menjadi sebuah bentuk relaksasi yang sangat urgen. Relaksasi semacam ini sangat dibutuhkan untuk menjaga kondisi tubuh, emosi, dan pikiran dari tekanan-tekanan yang berkepanjangan. Relaksasi melalui shalat akan memberikan ruang berpikir bagi perasaan intuitif untuk menjaga sekaligus menstabilkan kecerdasan emosi dan spiritual (halaman 8).
Bekerja akan lebih maksimal ketika dilambari dengan bekal kecerdasan emosi dan spiritual. Karena bukan sebatas uang yang menjadi target, lebih dari itu. Kepuasan dan kenyamanan pelanggan, klien, bahkan atasan menjadi prioritas. Maka, penting kiranya menstabilkan kecerdasan emosional dan spiritual melalui shalat zhuhur.
Akan tetapi, perlu diketahui juga bahwa shalat tak bisa memberikan efek positif ketika tidak dilakukan dengan tuma’ninah (rileks). Karenanya, tuma’ninah menjadi syarat yang harus dipenuhi. Beberapa aspek meditasi jelas sekali terasa ketika sedang tuma’ninah. Sewaktu berdiri dalam shalat, misalnya, kita berdiri dengan tenang dan kendur agar seluruh anggota tubuh berada pada posisinya yang alami. Berdiri pun terasa nyaman dan santai, seperti berdirinya anak kecil pada usia balita -tak ada beban hidup (halaman 32).
Banyak manfaat yang bisa dituai dari shalat zhuhur. Buku setebal 172 halaman ini memuat seabrek manfaat shalat zhuhur bagi etos kerja. Karena dengan shalat, seseorang akan memiliki optimisme yang tinggi. Sehingga, dalam menjalankan segala tugasnya, ia selalu maksimal dan tidak asal kerja. Ini karena dalam keyakinannya sudah terpatri kuat sikap optimistis, semua pekerjaan pasti bisa dilakukan sebaik mungkin.
Shalat juga bisa menjadikan pelakunya lebih tenang dan disiplin. Dr. Thomas Heslubb mengatakan bahwa ketegangan syaraf bisa diatasi dengan melakukan ritual shalat. Sejauh penelitian yang ia lakukan, untuk bisa istirahat (tidur) bagi penderita insomnia, dengan cara melakukan shalat.
Tentu saja kita pernah merasakan ketidaknyamanan ketika hendak tidur. Pikiran kalut, dipenuhi permasalahan hidup atau pekerjaan – dan syaraf tegang. Maka, obat yang bisa menghadirkan ketenangan sewaktu hendak tidur adalah shalat. Shalat memiliki pengaruh pada peragkat syaraf manusia, karena dapat menghilangkan ketegangan dan menenangkan ketegangan syaraf. Karena itu, Dr. Thomas Heslubb mengakui kedahsyatan shalat sebagai metode untuk menenangkan diri. Ini berdasar pada penelitian yang ia lakukan sebagai seorang dokter. Selain itu, shalat juga melatih untuk fokus. Apapun itu (bekerja, belajar, dan sebagainya) ketika kita mengerjakannya dengan fokus, totalitas, maka hasilnya pun akan memuaskan. Sama halnya dalam shalat, kita dilatih untuk fokus (khusyuk) hanya kepada Sang Pemberi Hidup. Khusyuk di sini diartikan sebagai penyerahan serta pembulatan kekuatan jiwa dan akal budi kepada Allah Swt. Karenanya, shalat sangat menentukan produktivitas pahala secara langsung. Begitu juga mudah menciptakan konsentrasi jiwa sewaktu belajar, ketengan, ketertiban, serta memusatkan pikiran dan perhatian. Hal ini mutlak diperlukan seseorang dari berbagai profesi, sehingga bisa terhindar dari pikiran dan tindakan menyimpang dalam menjalankan profesinya.
Buku karya Imam Musbikin ini menjadi motivasi bagi pembaca agar meningkatkan kualitas shalat Zhuhur. Karena selain mendapat pahala melimpah, juga sangat menentukan perjalanan karier seseorang. Semakin seseorang bisa menikmati shalat Zhuhur, maka semakin dekat pula kesuksesan hidup pada orang tersebut. Selamat membaca!

                                                    ——————— *** ———————–

Rate this article!
Tags: