Usai Lebaran, Petani Kota Batu Beralih Profesi Jadi Penjual Janur dan Ketupat

Abu Amin membuat ketupat disela-sela melayani pembeli janur

Abu Amin membuat ketupat disela-sela melayani pembeli janur

Kota Batu, Bhirawa
Setelah Lebaran, beberapa petani di Kota Batu meliburkan diri untuk tidak mendatangi sawah atau kebunnya. Mereka memilih menjadi penjual janur dan ketupat di Pasar Batu yang selama beberapa hari ini terus dikerubungi pembeli.
Salah satu Petani yang menjual janur plus ketupat adalah Abu Amin,warga RW 10, Kelurahan Temas, Kota Batu. Kesehariannya Abu adalah seorang petani. Namun selama musim libur lebaran ini, ia memilih berjualan janur dan ketupat. “Lumayan untuk tambahan, lebaran tahun lalu berjualan keuntungannya lumayan banyak,” ujar Amin, Selasa (12/7).
Malah beberapa saat lalu,ia mengajari anaknya menganyam janur menjadi ketupat. Akhirnya selama beberapa hari ini, anaknya juga ikut berjualan ketupat di pasar.
Harga janur yang dijualnya pun cukup murah, 10 daun janur dijualnya seharga Rp 5000. Jika sudah dianyamnya menjadi ketupat, harganya pun lebih mahal dua kali lipat menjadi Rp 10 ribu. Setiap hari ia mendapatkan kiriman janur dari Dampit, kemudian ia pun menjualnya di Pasar Batu. “Yang bisa menganyam lebih suka beli yang janur, tapi yang gak bisa menganyam lebih suka beli yang sudah jadi,” terangnya.
Amin mulai berjualan beberapa jam setelah sholat Idul Fitri hari Rabu (6/7) lalu. “Biasanya 8 – 10 hari saya berjualan, besok (hari ini-red), hari terakhir saya berjualan,” ujarnya.
Dibandingkan tahun lalu, tingkat penjualan ketupat memang berbeda. Karena penjualan ketupat pada Lebaran kali ini tidak seramai tahun lalu.
Sementara itu Anisah, warga Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu selalu membeli janur untuk dijadikan ketupat setiap lebaran. “Jika tidak membuat ketupat kayaknya ada yang kurang, sudah menjadi tradisi keluarga,” ujar Anisah yang kemarin membeli janur didampingi suami dan anaknya.
Tujuh hari selepas Hari Raya Idul Fitri, ia selalu membuat ketupat untuk dimakan bersama-sama dengan keluarga dan dibagi-bagikan untuk tetangga dan sanak kerabat.
Ketupat dilakukan oleh masyarakat, sebagai bentuk rasa syukur atas karunia Allah SWT dan berdoa agar ke depan diberikan masa depan yang cemerlang. [nas]

Tags: