Usulan Pipanisasi untuk Atasi Kekeringan di Lumajang

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Lumajang, Bhirawa
Upaya mengatasi kekeringan di Kabupaten Lumajang terus dilakukan. Saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengajukan usulan program pipanisasi dengan sistem gravitasi kepada Pemprov Jatim untuk mengatasi kekeringan selama musim kemarau di kabupaten setempat.
“Program pipanisasi akan diusulkan kepada Pemprov Jatim pada APBD 2015 untuk beberapa desa yang kekeringan dan mengalami krisis air bersih di Lumajang,” kata Kepala BPBD Lumajang Rochani, Senin (23/6).
Menurut dia, program pipanisasi tersebut untuk enam desa yang tersebar di empat kecamatan yang rawan kekeringan yakni Desa Jenggrong dan Desa Alun-alun di Kecamatan Ranuyoso, Desa Kebonan di Kecamatan Klakah, Desa Tempursari di Kecamatan Kedungjajang, Desa Salak dan Desa Mbuek di Kecamatan Randuagung.
“Untuk daerah yang masih belum tersentuh pipanisasi, kami akan terus melakukan distribusi air bersih ke sejumlah lokasi, sehingga tidak ada lagi warga yang kesulitan air bersih selama musim kemarau,” tuturnya.
Ia berpesan kepada masyarakat yang akan mendapatkan program pipanisasi untuk ikut serta dalam memelihara fasilitas tersebut sebaik-baiknya dan apabila ada kerusakan, segera dilaporkan untuk mendapat perbaikan. “Saya berharap warga juga ikut menjaga fasilitas pipa untuk air bersih itu dengan baik, sehingga mereka tidak lagi mengalami krisis air bersih selama musim kemarau,” katanya.
Rochani menjelaskan pihaknya juga sudah mendistribusikan sejumlah tandon air bantuan Pempov Jatim untuk mengatasi krisis air bersih, sehingga dengan tandon dapat mempermudah distribusi air bersih di daerah yang mengalami kekeringan.
“Tandon itu didistribusikan di Desa Pajarakan-Kecamatan Randuagung, Desa Kebonan-Kecamatan Klakah, Desa Gucialit-Kecamatan Gucialit, Desa Tempursari dan Sawaran Kulon di Kecamatan Kedungjajang,” paparnya.
Data di BPBD Lumajang mencatat sebanyak enam kecamatan mengalami kekeringan dan krisis air bersih selama musim kemarau yakni Kecamatan Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Gucialit, Padang, dan Randuagung. Kekekeringan mencakup sekitar 25 desa. Kekeringan paling parah terjadi di Kecamatan Ranuyoso di Desa Jenggrong dan Wates Wetan. BPBD setiap hari harus mengisi tangki umum untuk keperluan memasak dan mencuci warga. [yat]

Tags: