Usung Konsep Local Genius, SMKN 12 Surabaya Juara 3 KKSI Sendratari

Surabaya, Bhirawa
Konsisten dalam membawakan tarian berkonsep lokal genius , membawa tim Sendratari SMKN 12 Surabaya, meraih juara 3 dalam Kamp Kreatif SMK Indonesia (KKSI) kategori Sendratari ditingkat nasional, beberapa waktu yang lalu. Dalam kompetisi ini, tim penari yang disutradarai Abing Santoso ini membawakan cerita “Mustika Ayu Proboretno” yang bersaing dengan ratusan SMK/SMA diseluruh Indonesia.
Capaian prestasi itu, tak lepas dari makna tarian yang diangkat. Abing menceritakan “Mustika Ayu Proboretno bercerita tentang spirit perempuan di masa sekarang sangat dibutuhkan. Laiknya dulu saat ada sejarah bahwa Kali Nyamat adalah Srikandinya Indonesia dan R.A Kartini adalah ruh nya Indonesia.
“Karena kita mengangkat lokal geniusnya itu mungkin yang menjadi kelebihan kita. Karena kita mengangkat bahwa tradisional itu ada. Dan kita kembangkan dari dulu sampai saat ini. Banyak juga SMKI-SMKI di Jatim yang masih menjaga ruh dan tradisi etnis yang dibawakan, yang dari solo bawa etnis solo, dari Jogja bawa etnis Jogja begitupun sebaliknya. Cuma kemasan ide garap, kemasan, ide gagasan/sajiannya lebih menarik,” jelas dia.
Berbeda ditahun-tahun sebelumnya, dalam KKSI tahun ini, Abing mengatakan jika keseluruhan dilakukan secara daring. Peserta membuat video secara typing yang kemudian dikirimkan ke Kemdikbud. Untuk tim nya, pengambilan gambar Sendratari dilakukan di Pendopo Agung SMKN 12 Surabaya dengan durasi pertunjukkan 27 menit.
“Persiapan lomba ini selama 1 bulan kepotong 7 hari, full selama 24 hari. Total ada 20 siswa di tim utama dengan 5 pebimbing guru dan 20 kru managemen pagelaran,” kata dia.
Tokoh Utama dalam kompetisi KKSI pementasan “Mustika Ayu Proboretno”, Lutfi Nur Yahya mengakui cukup merasa kesulitan karena harus memerankan sosok Panji Pulangjiwa. Pasalnya, karakter lembut, dan berwibawa berbeda dengan karakter kesehariannya.
“Jadi untuk menghayati karakter itu disekolah saya latihan, dirumahpun saya latihan sendiri. Karena baru pertama kali belajar tokoh ini. Kesulitannya dalam menjiwai dan mencari karakter Panji,” ujar dia. [ina]

Tags: