Usut Kejanggalan

Badrul-Aini-SUMENEPBadrul Aini
Di Pulau/Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep ditengarai terjadi penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM). Akibatnya, terjadi kelangkaan BBM sejak dua pekan terahir ini yang berdampak pula pada harga BBM jenis premium dan solar mencapai Rp 10 ribu per liter. Kondisi ini yang membuat miris anggota Komisi A DPRD Sumenep Badrul Aini.
Dijelaskan Badrul  salah satu indikator dugaan penimbunan BBM ini di antaranya setiap pengiriman BBM ke Kepulauan Sapeken hanya berumur satu hari dan pembelinya ditengarai dari pihak yang sengaja melakukan penimbunan, sementara para nelayan tidak kebagian BBM. “Kami melihatnya, BBM di kepulauan ini ada pihak yang sengaja mempermainkannya, bahkan ada indikasi dilakukan penimbunan,” kata Badrul, Selasa (20/5).
Menurut Badrul, selain ditengarai terjadi penimbunan, BBM bersubsidi itu hanya dimanfaatkan oleh para pengusaha es di Sapeken, padahal seharusnya pengguna BBM bersubsidi di Sapeken sebanyak 90% adalah para nelayan.
“Di Sapeken ini, harusnya pengguna BBM subsidi paling besar pada nelayan yakni sekitar 90 persen, tapi kenyataannya, para nelayan justru tidak kebagian melainkan dimanfaatkan oleh para pengusaha,” terangnya.
Dia menegaskan, untuk mengendalikan terjadinya penimbunan BBM, pihak kecamatan dan kepolisian harus bergerak cepat mengusut tuntas kejanggalan pemanfaatkan BBM di kepulauan sehingga warga di sana terutama para nelayan tidak menjadi korban. “Camat dan kepolisian harus mengusut tuntas soal BBM bersubsidi di kepulauan. Ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama karena akan menyakiti warga kepulauan,” terangnya.
Sebelumnya, kelangkaan BBM juga terjadi di kepulauan/kecamatan Masalembu. Di Masalembu harga BBM jenis premium mencapai Rp 25 ribu per botol dan jenis solar Rp 10 ribu per liter. Kelangkaan BBM di Masalembu terjadi sejak tiga pekan terahir ini. [sul]

Rate this article!
Usut Kejanggalan,5 / 5 ( 1votes )