UTBK Dimasa Pandemi Sempat Diragukan, Akhirnya Dapat Pujian Wali Kota

Wali Kota Malang Sutiaji saat meninjau pelaksanaan UBTK, Minggu (5/7) kemarin. [m taufik]

Perketat Protokol Kesehatan, Sterilkan Ruangan dan Peralatan Ujian
Kota Malang, Bhirawa
Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tahun 2020 diselenggarakan secara serempak mulai 5-14. Panitia Pusat LTMPT menetapkan 74 lokasipelaksanaan ujian. Lokasi ujian untuk wilayah Malang berada di UB dan UM. Kedatangan hanpir 20 ribu masa, saat Kota Malang berada di zona merah, sebelunnya Wali Kota Sutiaji berharap tidak ada masa yang datang di Kota Malang tetapi setelah pelaksanaan memberikan pujian
Jumlah pendaftar UTBK di UB adalah 19.859 orang. Ruang lab komputer untuk ujian disiapkan sejumlah 56 lab dan 1090 komputeryang terbag’l ke dalam 17 Lokasi di dalam Kampus UB. Untuk mencegah penyebaran COVID-19, panitia telah mengatur jarak aman antar peserta ujian. Jarak antar komputer diatur 1 meter, sehingga ruang lab yang semestinva terisi 20 komputer hanya dipakai 10 komputer.
UB menugaskan 900 orang pengawas secara bergantian dalam pelaksanaan UTBK 5-14 Juli 2020. Untuk memastikan bahwa panitia dan pengawas aman dari Covid 19, UB melakukan rapid test bagi 1000 pengawas dan panitia pada 2-3 Juli 2020.
UTBK yang dimulai pada Minggu (5/7), sesi pertama dilaksanakan pukul 09.00-11.15 dan sesi kedua pukul 14.00-16.15 WIB. Peserta ujian diharapkan hadir di UB minimal 1 jam sebelum ujian dimulai. Masing-masing ruangan, komputer dan fasilitas yang akan dipakai ujian disterilkan dengan disinfektan untuk memastikan bahwa fasilitas yang akan dipakai peserta ujian aman dan steril.
Peserta yang mengikuti ujian harus mengikuti protokol kesehatan yang ketat antara Iain wajib memeriksa suhu yang dilakukan petugas (max 37,5°C), memakai masker, menggunakan hand sanitizer dan/atau cuci tangan memakai sabun, memakai sarung tangan, dan menjaga jarak minimal 1 meter. Peserta juga wajib memastikan secara mandiri bahwa dirinya sehat secara jasmani, siap mengikuti ujian dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Setelah mengikuti ujian, para peserta harus segera meninggalkan UB dan kembali ke rumah atau kota masing-masing.
Pintu masuk UB selama UTBK hanya dibuka satu pintu, di jalan Veteran saja. Sedangkan pintu keluar melalui gerbang keluar UB jalan Panjaitan (Betek) dan jalan Veteran (samping kanan Bank BNI UB). Jika ada peserta yang diantar, disediakan tempat menurunkan penumpang di 5 titik drop zone yaitu depan FPIK, depan FH, jalan Veteran (Vokasi-INBIS), depan FEB, dan depan Filkom.
Prof Dr Aulanni’am, drh. DES Ketua Pusat UTBK UB berharap UTBK 2020 di masa pandemi Covid 19 ini dapat berjalan dengan lancar. Semua yang akan masuk kampus UB diminta memenuhi protokol kesehatan.
“Kita harus mempersiapkan karena selama pandemi Covid 19 ini banyak hal yang terjadi, hal ini adalah kehendak Allah. Kita semua berdoa mohon ridho Allah untuk lancarnya pelaksanaan UTBK ini. Sehingga nantinya semua berjalan lancar sesuai protokol kesehatan percegahan Covid-19,” kata dia.
Pihaknya berharap semua yang terlibat UTBK ini, diberi kesehatan oleh Allah SWT, dijauhkan dari penyakit ini. Salah satu upayanya adalah dengan tetap menerapkan protoko kesehatan yang ketat. Proses seleksi UTBK tahun 2020 yang dilaksanakan secara tatap muka di tengah pandemi Covid-19 secara resmi dimulai hari ini Minggu (5/7).
Di Kota Malang, dua perguruan tinggi yakni Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM) secara serentak menggelar ujian tahap pertama sejak pagi tadi.
Wali Kota Malang Sutiaji meninjau secara langsung pelaksanaan UTBK untuk memastikan semua aktivitas pelayanan bagi peserta tes UTBK benar-benar dijalankan sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
“Saya sebenarnya ngecek apa yang sudah disampaikan ke kami pada saat surat pengajuan itu sesuai pada kondisi di lapangan. Pelaksanaan UTBK itu mengedepankan protokol kesehatan (Covid-19),” ujarnya.
Sasaran kunjungan Wali Kota Malang itu, adalah yang dikunjungi pagi tadi di UB, yaitu Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Komputer (Filkom). Dari dua tempat pelaksanaan tes tersebut, Sutiaji menyebut secara konsep memang telah terpenuhi. Meski demikian, ada beberapa hal yang tetap harus diperhatikan oleh panitia pelaksanaan tes.
“Di sini tadi saya temui hal-hal yang memang ada kekurangan dan sebagainya. Karena, yang namanya teori dengan praktek kan ndak sama. Ternyata tadi sy masuk di FK, yang jumlahnya ternyata ditata sudah bagus,” imbuhnya.
Mulai dari peserta ujian saat akan naik lift telah ditata sedemikian rupa agar tak terjadi penumpukan. Begitu juga untuk ruang transit yang dianggap telah memenuhi standar untuk meminimalkan transmisi penularan virus.
Sebelumnya Wali Kota Sutiaji, membayangkan naik lift penumpukannya ternyata sana filterisasinya mulai begitu masuk ditata, ada ruang transit. Di ruang transit dia sudah tidak boleh membawa apa-apa ketika masuk ke ruang UTBK. “Alhamdulillah sampai ke pulangnya juga demikian, shift-shift-an masuk ke lift itu bagaimana, artinya di FK tidak ada masalah,” jelasnya.
Selanjutnya, untuk ruang tes berikutnya di Filkom ia masih menyoroti beberapa hal. Mulai kerumunan peserta yang melakukan cuci tangan, hingga keadaan di ruang transit dengan barang peserta yang masih terbawa.
Ia menyarankan, agar pelaksanaan bisa dijalankan dengan lebih terjaga jaraknya. Terkait dengan barang bawaan peserta untuk sudah tidak diperbolehkan saat akan masuk ke area ruang
Hal tersebut, dikhawatirkan akan memicu transmisi baru antar pergesekan barang dari peserta satu ke yang lainnya.
“Insya Allah nanti tahap berikutnya Pak Rektor sudah memerintahkan untuk anak yang masuk ke ruang UTBK sudah tak membawa barang. Khawatirnya ada transmisi antar barang, sehingga jangan sampai ada penumpukan. Cukup sampai di ruang transit, dikunci ndak usah dibawa ke dalam,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS menyatakan jumlah pendaftar UTBK di UB sebanyak 19.000-an calon maba. Tahapan seleksi dimulai pada hari ini 5 Juli hingga 14 Juli 2020 mendatang.Setiap harinya terbagi dalam dua sesi, yakni pukul 09.00 pagi untuk tahap pertama, dan pukul 15.00 untuk tahap ke dua.
“Per sesinya calon mahasiswa memakai 1.090 unit PC. Lokasi tes kita bagi, ada yang di Filkom, Fia dan FK. Saran dari Pak Wali kita tindak lanjuti, jadi orang masuk harus di thermo gun sehingga aman, lalu cuci tangan, dan pakai sarung tangan. Nanti masuk ruang transit, barang tas ditaruh di situ,” jelasnya.
Untuk menghindari terjadinya kasus Covid baru, para peserta dihimbau untuk tidak singgah disembarang tempat, dan langsung kembali ke tempat asal masing-masing. [M Taufik]

Tags: