Vaksin Sinovac Tunggu Sertifikasi Halal dan Izin

Dr KH Asrorun Ni’am Sholeh

Kurniasih Mufidayati

Jakarta, Bhirawa,
Sertifikasi “halal” vaksin Sinovac buatan China, sebagai penawar pandemi Covid-19 masih menunggu dokumen lengkap dari produsennya. Izin vaksin Sinovac ini juga belum ada. Disamping itu, proses dan prosedur penggunaan vaksin harus seusai peraturan yang telah ditetapkan WHO (badan kesehatan dunia).

“Pemilihan vaksin Sinovac buatan China diantara vaksin buatan Rusia atau Inggris, merupakan policy pemerintah. Dari sekian banyak produsen vaksin, baru Sinovac yang mengajukan diri untuk sertifikasi halal ke MUI,” papar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dr KH Asrorun Ni’am Sholeh dalam diskusi virtual 4 Pilar MPR RI dengan tema “Menanti Sertifikasi Halal Vaksin Covid-19” , Selasa (15/12). Nara sumber lain, anggota MPR RI dari fraksi PKS Kurniasih Mufidayati.

Menurut Asrorun Ni’am, terkait sertifikasi ke- halal-an produk yang diproses di Komisi fatwa MUI, dasarnya adalah pengajuan dan pendaftaran. MUI tidak bisa melakukan pemeriksaan terhadap semua vaksin yang ada saat ini. Tidak bisa MUI tiba-tiba datang ke Sinovac atau ke Pfritzer untuk memeriksa dan melihat proses produksinya. Untuk menentukan halal atau tidaknya suatu vaksin.

“Kalau ada pertanyaan, kapan sertifikasi halal atau kapan pembahasan sertifikasi halal? Semua itu tergantung pemenuhan dokumen dari Sinovac, Juga menunggu dari pihak pemasoknya,” tutur Asrorun Ni’am.

Kurniasih Mufida yang anggota Komisi IX DPR RI, menyatakan, terkait sertifikasi halal, dari hasil rapat dengar pendapat dengan KemenKes, Komisi IX telah menitipkan pesan pada BP POM dan KemenKes, untuk mengawal perihal vaksin tersebut.

“Selain sertifikasi halal, juga izin dari BP POM belum jelas. Artinya, kalaupun nanti sertifikasi halal nya keluar, tetapi jika izin nya tidak keluar, maka vaksin dari manapun tidak bisa dipakai di Indonesia,” tutur Mufida. [ira]

Tags: