Vaksinasi Bagi Dunia Pendidikan

Sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi telah banyak dikeluhkan guru, siswa, dan orangtua. Berbagai persoalan terus menyertainya, mulai dari keterbatasan gawai, tidak meratanya akses internet, lemahnya kemampuan pendampingan digital, serta masih banyak masalah lain yang menyertai PJJ. Alhasil, pembelajaran di tengah pandemi tidak maksimal sehingga peserta didik tidak mendapatkan kompetensi sesuai tingkatan.

Melihat realitas yang demikian, tidak ayal pemerintah pun kini telah gencar melaksanakan program vaksinasi Covid-19. Di awali dari tenaga kesehatan yang menjadi prioritas, kemudian mulai menyasar kelompok lain salah satunya termasuk bagi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK). Vaksinasi Covid-19 dalam dunia pendidikan, diberikan bagi seluruh PTK dari setiap jenjang di satuan pendidikan negeri dan swasta, baik formal maupun non-formal, termasuk pendidikan keagamaan di bawah binaan Kementerian Agama.

Program vaksinasi Covid-19 bagi dunia pendidikan, di awali dari guru jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD), lalu menyusul SLB baru diikuti jenjang pendidikan lainnya seperti SMP, SMA dan perguruan tinggi. Kebijakan vaksinasi untuk PTK diambil sebagai langkah untuk mengurangi kehilangan kemampuan dan pengalaman belajar pada siswa atau learning lost akibat pandemi Covid-19, serta untuk mendukung akselerasi penyelenggaraan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. Presiden Joko Widodo menargetkan 5 juta guru dan tenaga pengajar akan tuntas divaksin pada Juni mendatang sehingga proses pembelajaran tatap muka bisa dimulai Juli, (Kompas, 27/2/2021).

Langkah vaksinasi tersebut intinya demi menekan penyebaran virus Covid-19 dan pemulihan sistem pendidikan di tanah air. Melalui paket vaksin pendidikan tersebut selebihnya diharapkan bisa menguatkan imunitas dunia pendidikan dan kegiatan belajar-mengajar agar tetap berjalan, sekalipun di masa pandemik. Sehingga, tugas negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tetap dapat dilaksanakan sesuai dengan amanat para pendiri bangsa yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Karena itu, dukungan dan gotong royong dari semua pihak untuk mensukseskan vaksinasi bagi dunia pendidikan sangat penting adanya.

Masyhud
Pengajar FKIP Universitas Muhammadiyah Malang

Rate this article!
Tags: