Vaksinasi Covid-19 Dilaksanakan Bertahap dari Januari 2021 – Maret 2022

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Jakarta, Bhirawa.
Presiden Joko Widodo meminta, agar program vaksinasi Covid-19 dapat selesai dalam waktu kurang dari satu tahun.

Menanggapi hal ini, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyatakan; Persoalan vaksinasi sangat penting. Maka Menteri Kesehatan harus segera melaksanakan keinginan Presiden tersebut, sesuai dengan roadmap program vaksinasi Covid-19 secara menyeluruh. 

“Menkes hendaknya segera menentukan timeline yang tepat dalam perencanaan vaksinasi. Guna mencapai target sebagaimana yng telah ditetapkan.”saran Bambang Soesatyo.

Dia mendorong Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), agar segera meneta@kan izin penggunaan/edar darurat (EUA/ Emergency Use of Authorization) vaksin Covid- 19 yang digunakan di Indonesia. Karena diperkirakan mulai minggu depan atau sekitar pertengahan Januari 2021, vaksinasi akan mulai diberikan kepada masyarakat.

“Pemerintah hendaknya segera menetapkan Standar Operasional Procedure (SOP) dan prosedur vaksinasi untuk masyarakat. Dari mulai persiapan pelaksanaan vaksinasi. Seperti pendistribusian vaksin, lokasi pemberian vaksinasi, proses antrian dan penentuan tahapan prioritas pemberian vaksin Covid-19,” lanjut Bambang Soesatyo.

Selain itu, pemerintah agar terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Baik melalui media sosial, cetak, siaran ataupun lewat tokoh tokoh masyarakat. Mengenai program vaksinasi, agar dapat meyakinkan masyarakat, sekaligus memberikan edukasi, bahwa vaksin diberikan gratis.

Diinformasikan, pemerintah akan melakukan vaksinasi Coid-19 terhadap 181,5 juta penduduk, dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada Januari hingga April 2021, pada 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta pada petugas publik di seluruh daerah. Tahap kedua dimulai April 2021 hingga Maret 2022 pada masyarakat lainnya.

Ketua MPR RI juga meminta agar ada solusi atau jalan keluar bagi kelompok masyarakat yang tidak diprioritaskan, supaya menerima vaksinasi pula. Seperti, orang yang pernah ter konfirmasi positif Covid-19, ibu hamil dan menyusui, yang mengalami gejala ISPA dsb. [ira]

Tags: