Vaksinasi Sebuah Ikhtiar Pemulihan Ekonomi

Novi Puji Lestari

Oleh :
Novi Puji Lestari
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program vaksinasi Universitas Muhammadiyah Malang

Program vaksinasi Covid-19 sudah dimulai. Fakta itu ditandai dengan telah diterbitkannya izin kedaruratan atau emergency use authorizations penggunakan vaksin Covid-19 oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada hari Senin (11/1). Seiring dengan berjalannya proses vaksinasi di Indonesia, diharapkan kepercayaan publik meningkat lagi seperti sebelum ada virus Corona. Vaksinasi juga diharapkan mampu mendorong kembali konsumsi yang bakal meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Melalui program vaksinasi Covid-19 ini pula, pemulihan ekonomi diharapkan dapat berjalan lebih cepat, sehingga menjadi logis adanya jika penanganan Covid-19 dari sektor kesehatan merupakan prioritas utama. Sebab, jika sektor kesehatan cepat pulih yang membuat masyarakat aman dari virus Covid-19. Begitupun, dengan sektor lain seperti perekonomian juga ikut bangkit. Hal inilah yang membuat vaksinasi sebagai langkah strategis melindungi masyarakat dari pandemi Covid-19.

Program vaksinasi Covid-19

Trend covid-19 di Indonesia masih belum melandai. Namun, kebijakan terus dibuat oleh pemerintah untuk memperkecil dampak yang diakibatkan oleh pandemi. Salah satu kebijakan pemerintah Indonesia adalah impor vaksin dan mengembangkan vaksin di dalam negeri oleh Bio Farma dan Eijkman yang selebihnya direalisasi dalam program dan distribusi vaksinasi.

Distribusi vaksin yang baik akan menjadi faktor kunci dalam pemulihan ekonomi nasional. Oleh sebab itu, vaksin harus bisa terjangkau untuk seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Meski prosesnya akan memakan waktu yang cukup panjang, program vaksinasi ini perlu diimplementasikan secara maksimal. Melalui kesungguhan pemerintah dan bangsa ini bersatu mensuksekseskan program vaksinasi setidaknya memberikan harapan pada tumbuh, bangkit dan membaiknya perekonomian nasional yang terdampak diberbagai sektor karena pandemic covid-19.

Sejatinya, berbicara program vaksinasi saat ini tidak ada alasan jika kita bangsa Indonesia menolaknya. Pasalnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menyatakan vaksin Sinovac halal. Vaksinasi adalah kewajiban, sesuai UU Wabah Tahun 1984. Vaksin ini suatu bentuk pencegahan yang aman dan efisien dari berbagai macam viru?s. Selanjutnya, mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan atau menghalangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan bisa dipidana.

Jelas adanya, bahwa vaksinasi Covid-19 ini hukumnya wajib. Oleh sebab itu, perlu saling mengingatkan bahwa menolak vaksin Covid-19 bakal menghadapi konsekuensi hukum sesuai UU Kekarantinaan kesehatan. Berangkat dari kenyataan itulah, untuk menciptakan kesadaran masyarakat, maka sosialisasi dari sisi medis pun perlu terus dilakukan. Kalau sudah ada kesadaran, tanpa upaya paksa dalam konteks penegakan hukum dan pidana pun masyarakat pun akan melakukan vaksinasi.

Selebihnya, untuk mensukseskan program vaksinasi ini maka distribusi ketersediaan vaksi perlu menjadi perhatian tersediri oleh pemerintah, pasalnya vaksinasi tersedia secara luas akan berprospek memberi pengaruh penting untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Namun, meski sudah mendapat suntikan vaksin Covid-19, protokol kesehatan 3M, yakni menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak harus tetap dilakukan.

Normalisasi ekonomi nasional

Pandemi Covid-19 yang terjadi memang mengganggu kesehatan dan roda perekonomian dunia. Tak terkecuali di Indonesia, yang juga mengalami dampak dari pandemi. Berbagai upaya dan terobosan pun terus diupayakan oleh pemerintah untuk memerangi Covid-19 ini. Salah satunya, adalah melalui program vaksinasi, yang selebihnya diharapkan memberikan kebaikan pada kesehatan dan membuat perekonomian segera pulih.

Selebihnya, vaksinasi menjadi poin krusial untuk mendorong normalisasi aktivitas ekonomi masyarakat, dengan vaksin percepatan pemulihan kesehatan bisa membuat ekonomi nasional berjalan dengan baik. Ada harapan yang tumbuh karena program vaksinasi membuat psikologi masyarakat akan pulih kembali, tidak merasa ketakutan untuk keluar rumah dalam melaksanakan berbagai aktivitasnya, serta kelas menengah kita yang selama ini menyimpan uangnya akan mulai berinvestasi dan berbelanja yang akan meningkatkan daya beli atau konsumsi rumah tangga. Selebihnya, produksi dan distribusi akan menjadi perhatian pasar.

Oleh sebab itu, idealnya masyarakat saat ini bisa mendukung dan mensukseskan vaksinasi demi keselamatan dan kesehatan hingga perekonomian pulih. Suksesnya vaksinasi, sekiranya bisa berpotensi meningkatkan kepercayaan pasar dan investor untuk segera masuk menanamkan modalnya di Indonesia. Mensukseskan program vaksinasi Covid-19 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dalam setiap kegiatan usaha.

Otomatis ini akan mempercepat pemulihan ekonomi dan kesehatan di nasional, sehingga tahun ini jadi momentum kebangkitan krisis kesehatan yang berdampak signifikan terhadap dunia usaha di tanah air. Selebihnya, berikut ini penulis mencoba menawarkan beberapa solusi guna menormalisasi kegiatan ekonomi di tengah pandemi yang hingga kini belum juga usai.

Pertama, memberikan berbagai stimulus bagi pelaku usaha, dengan tujuan agar mendongkrak daya beli masyarakat dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional di 2021. Jadi langkah yang patut mendapat apresiasi jika saat ini pemerintah terus mendorong percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya, pemerintah telah menyiapkan dana Rp372,3 triliun untuk mendukung PEN di 2021. Selain alokasi anggaran pemerintah juga telah menyiapkan berbagai program kerja dan kebijakan, salah satunya pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) bernama Indonesia Investment Authority (INA) untuk menangkap peluang investasi sebagai solusi alternatif pembiayaan pembangunan.

Kedua, pemerintah harus rajin berkomunikasi ke luar dan ke dalam negeri untuk menarik investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia. Jika dimungkinkan perlu dihadirkan PR (public relation) baik dalam maupun luar negeri, untuk menyampaikan perkembangan positif perekonomian nasional. Sebab, banyak investor asing yang belum mengetahui bahwa Indonesia kini telah berkembang perekonomiannya.

Ketiga, vaksinasi sebuah ikhtiar pemulihan ekonomi. Tepatnya, melalui ketersediaan vaksin dan pelonggaran pembatasan sosial global yang mendukung normalisasi aktivitas ekonomi.

Melalui tiga langkah normalisasi kegiatan ekonomi di tengah pandemi, yang penulis tawarkan diatas, besar kemungkinan jika diimplemtasikan dengan baik akan memberikan dampak positif dan kebaikan bagi perekonomian nasional. Ketika bangsa ini sehat, dan terhindar dari wabah Covid-19, maka kebangkitan ekonomi akan lebih cepat dilakukan.

—————– *** ——————

Tags: