Verus MERS Serang Kabupaten Jember

mers-virus-camel1Kab Jember, Bhirawa
Di Kabupaten Jember terdapat satu pasien yang diduga kuat terserang MERS. Pasien yang berjenis kelamin perempuan ini kini dirawat di ruang isolasi dr. Subandi Jember. Hal ini dikatakan oleh Direktur Rumah Sakit dr. Subandi Jember dr. Yuni Ernita saat ditemu media usai hearing dengan Komisi D DPRD Jember, Selasa (12/5).
Menurut Yuni, pasien yang berasal dari Kecamatan Tanggul ini sebelumnya sudah dirawat di Puskesmas Tanggul selama beberapa hari. Namun karena suhu bandannya tidak kunjung turun, serta disertai batuk dan sesak napas, akhirnya pasien tersebut dirujuk ke RSU dr. Subandi Jember. “Ya gejalanya mirip dengan MERS, apalagi latar belakangnya mereka habis pulang Umroh. Sehingga oleh pihak Puskesmas Tanggul merujuk sipasien ke rumah sakit kami,” terangnya.
Pasien yang diduga kuat terserang virus Corona tersebut, ujar Yuni, dirawat di RSU dr. Subandi sejak Sabtu (10/5) kemarin. Si pasien dirawat diruang isolasi dengan pelayanan khusus, baik tenaga medisnya dan ruangannya sehingga tidak menular.
“Selama beberapa hari dirawat, kini kondisinya sudah membaik dan suhu badannya tidak panas lagi. Namun meski demikian sample darah ini akan di uji lab ke Jakarta. Hari ini (kemarin-red) tim Dinas Kesehatan Propinsi Jatim datang dan mengambil sample darah untuk si pasien untuk dibawa ke Jakarta,” terangnya pula.
Yuni Ernita menambahkan, bahwa saat ini pelayanan RSU dr. Subandi Jeber telah enyediakan 4 ruang isolasi untuk menangani pasien flu burung dan mers. Selain itu, pihaknya juga membentuk tim medis yang semuanya ditangani ole dokter spesialis.” Baru empat ruangan isolasi untuk 7 orang pasien. Sedang tim dokternya sudah kami persiapkan termasuk pakaian seperti astronot sudah ada. Ini untuk mengantisipasi para jama’ah Jember yang habis pulang Umroh maupun haji mendatang,” teranya.
Tim dokter yang telah dipersiapkan untuk para jamaah Umroh maupun haji terdiri dari dokter spesialis paru, dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis anestesi. “Mereka sudah kami persiapkan, jika sewaktu-waktu ada pasien yang terserang suspec baik flu burung maupun MERS,” ujarnya singkat.
Pantang Surut
Sementaara itu, meski virus MERS menjadi pemberitaan yang masih hangat untuk diperbincangkan, namun hal itu tidak menyurutkan para jemaah Lamongan untuk beribadah ke tanah suci Makkah, baik umroh maupun haji.
Menurut Pemilik biro perjalanan umrah AL Falah, Heru Irianto, peminat umrah tidak terpengaruh penyakit MERS. ”Pendaftaran tetap seperti biasa. Kami akan memberangkatkan para jamaah umroh, dan diharapkan para calon jamaah umroh tetap khusuk menjalankan ibadah di sana nantinya,” ungkapnya.
Untuk mencegah agar jemaah tidak tertular MERS, mereka diberi vaksin dan vitamin tambahan. Selain itu, para jemaah juga dianjurkan menggunakan masker selama berada di tempat keramaian di Arab Saudi. Salah satu jamaah umroh,Imam Hambali mengatakan mengenai virus MERS ini pihaknya mengimbau masyarakat tidak perlu merasa cemas yang berlebihan.
”Yang paling penting kita harus menjaga kesehatan, baik sebelum berangkat maupun saat tiba di sana. Karena diketahui cuaca di sana cukup panas, intensitas terkena penyakit lebih besar, namun jangan sampai para jemaah merasa cemas dan khawatir secara berlebihan, dan malah tidak fokus untuk beribadah,” katanya.
Di Lamongan sementara ini yang diduga menderita MERS ada satu orang. Pasien tersebut telah dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya, setelah sempat sehari dirawat di RSUD Soegiri. Dengan adanya penderita terduga MERS di Lamongan ini, maka pasien ini merupakan satu-satunya warga Lamongan yang saat ini terdeteksi MERS. [efi,mb1]

Keterangan Foto : Onta, sang tertuduh sementara sebagai penyebar virus MERS-CoV.

Rate this article!
Tags: