Wabup Gresik Moh Qosim Pastikan Hadir di Tengah Masyarakat Bencana

Wabup bersama Kapolres saat memimpin Rakornas tindak lanjut bencana. [kerin ikanto/bhirawa]

Gresik, Bhirawa
Wakil Bupati (Wabup) Gresik, Moh. Qosim berharap Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) selalu hadir di tengah masyarakat yang terkena bencana.
“Jangan sampai ketika bencana melanda masyarakat, tidak ikut merasakan (pejabat,red),”. Hal itu disampaikan Wabup Qosim saat Rapat Koordinasi Nasionaln (Rakornas) penangulangan bencana di Ruang Graita Eka Praja Selasa (10/2).
Wabup yang pekan lalu hadir pada kegiatan di Sentul International Convention Center menyampaikankeinginan Presiden Jokowi agar selaku pemerintah selalu hadir disaat masyarakat mengalami bencana.
“Kehadiran kita harus memberikan rasa aman dan harapan bagi masyarakat yang tertimpa bencana” tandas Qosim saat memimpin rapat Forkopimda.
Rapat Forkopimda itu dihadiri oleh Perwakilan DPRD, Muhammad, Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, Kajari Heru Winoto perwakilan dari Kodim 0817, seluruh Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Pemkab Gresik serta para Camat se Kabupaten Gresik.
Menurut Qosim, untuk menghadapi bencana seluruh komponen pemerintahan untuk bekerja sesuai tugasnya masing-masing. Wabup Qosim berharap agar pada setiap bencana, harus meminimalisir dampak dan jangan sampai ada korban jiwa.
“Dalam menghadapi bencana, dalam perencanaan pembangunan kita harus melakukan penyusunan tata ruang berbasis pengurangan bencana. Melibatkan semua pihak untuk perencanaan penanggulangan baik itu pemerintah, praktisi, LSM maupun elemen masyarakat” tandas Qosim.
Mendukung permintaan Wabup Qosim, Kapolres Gresik menyatakan pihaknya sudah melaksanakan berbagai kegiatan sebagai antisipasi dan persiapan. Pihaknya sudah menggerakkan seluruh anggota Polres untuk turun langsung ke lokasi bencana.
“Alhamdulilllah, selama kami bertugas di Gresik, belum ada korban akibat bencana banjir maupun puting beliung. Di saat banjir, kami sudah menyiapkan sejumlah sarana prasarana, logistik dan perahu karet di beberapa Polsek terdampak bencana banjir. Anggota Polsek juga turun mengatur lalin di daerah banjir dengan membuka dan menutup jalur yang bisa dilewati atau tidak” katanya.
Sementara, Perwakilan dari DPRD Gresik, Muhammad meminta agar pemerintah membuat perencanaan yang matang terkait bencana di Gresik. Menurutnya, di Gresik ada 3 bencana yaitu bencana banjir, kekeringan dan puting beliung.
“Untuk bencana banjir misalnya, perlu ada perencanaan yang menyeluruh. Juga untuk menghadapi kekeringan. Jangan sampai sampai masyarakat masih membutuhkan air, sementara dananya sudah habis. Kami juga minta agar suplai air untuk masyarakat ditambah. Misalnya dengan penambahan saluran PDAM dan pemanfaatan air waduk melalui Hippam” tandas mantan Direktur PDAN Gresik ini. [eri]

Tags: