Wabup Jombang Ikut Jadi Guru Buta Aksara

6-FOTO KAKI rur-Wabup_Ngajar KF_CupakJombang, Bhirawa
Belajar memang tidak mengenal usia, meski telah memiliki anak dan cucu, puluhan perempuan di Dusun Desa Cupak Kecamatan Ngusikan Jombang, terlihat bersemangat mengikuti proses belajar mengajar Keaksaraan Fungsional (KF)  untuk menuntaskan buta aksara yang dilaksanakan di Balai Desa setempat.
Genah (67) nenek asal Dusun Munggut yang telah memiliki 7 cucu ini rela menempuh jarak 5 km dari rumahnya bersama belasan perempuan untuk belajar bersama. Dengan menumpak kendaraan terbuka nenek yang hanya menikmati hingga kelas 1 sekolah dasar (dulu SR), masih bersemangat meski terlihat malu-malu. “Dulu hanya sampai kelas 1, karena gurunya meninggal dunia, dan sekolahnya bubar,” ujarnya dengan bahasa Jawa saat menjawab pertanyaan Wakil bupati Hj Mundjidah Wahab yang ikut menjadi pengajar dadakan.
Bersama nenek Genah puluhan perempuan yang belum pernah tamat Sekolah Dasar dari dusun yang sama ikut menjadi peserta KF yang di laksanakan PKB YA Latif di balai Desa Cupak Ngusikan. “Di samping diajar membaca, menulis dan berhitung, kita juga diajar membuat tikar dan sandal dari pandan,” tutur Yatemi salah satu peserta lain mengatakan telah mengikuti selama hampir 2 bulan.
Desa Cupak merupakan desa di Kecamatan Ngusikan kabupaten Jombang yang berada di tengah hutan pucangan berbatasan dengan Lamongan, perjalanan dari Kecamatan sekitar 10 Km. Untuk sampai di Desa ini, harus melewati jalan yang sunyi dan melintas hutan yang jalannya terjal dan berliku.
Wakil bupati Hj Mundjidah Wahab meminta peserta KF tidak hanya diajari belajar mebaca dan menulis. Akan tetapi juga berwirausaha, melihat semangat ibu ibu yang sudah memiliki anak bahkan cucu tetap belajar dirinya sangat bahagia. “Karena dulu saya juga mengajar sebelum menjadi wabup. Kalau bisa ibu ibu ini juga diajari ketrampilan lain,” pintanya mengatakan.
Dalam kesempatan itu, mantan ketua Muslimat NU ini yang hdir bersama Kabid PLS Karyono dan Sekretaris Dinas Pendidikan Darmadji juga meminta peserta KF untuk membaca dan menulis di papan. “Lo tulisannya bagus, padahal hanya kelas 2 SD dulunya,”ujarnya melihat  tulisan Yatmi (63) menulis nama nama keluarganya.
Sementara itu Dahril Kamal, penanggung Jawab KF PKBM Ya Latif Utara Brantas mengungkapkan kelompok belajar Keksaraan di Desa Cupak sebanyak 10 kelompok dengan jumlah peserta sebanyak 100 orang. “Untuk Dusun Munggut 5 kelompok dan Cupak 5 kelompok.
Setiap pertemuan memakan waktu antara 1,5 jam,”bebernya  seraya mengatakan karena banyaknya kelompok ini KF ditanganinya bersama aktifis Ikatan Pelajar NU (IPNU) bekerja sama dengan perangkat desa setempat. Trmasuk yang ngajar adalah istri kepala Dusun,” imbuhnya.
Dahril menambahakan untuk Keaksaraan fungsional, dikatakannya sudah selesai, indikatornya adalah peserta sudah bisa membaca, menulis dan berhitung dengan lancar. “Sekarang menginjak pada Keaksaraan Usaha Mandiri dengan mengoptimalkan potensi local seperti membuat tikar dan sandal dari pandan,semoa ada yang membantu pemasarannya,” pungkasnya. [rur]

Keterangan Foto : Wakil Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab saat mengajar ibu-ibu peserta KF di Desa Cupak Ngusikan.

Tags: