Wabup Timbul Awali Pendataan Keluarga 2021

Wabup Timbul dan istri awali pendataan keluarga 2021. [wiwit agus pribadi/bhirawa]

Ajak Masyarakat Sukseskan Pendataan Keluarga 2021
Probolinggo, Bhirawa
Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko mengawali kegiatan Pendataan Keluarga 2021 di Kabupaten Probolinggo oleh Petugas Pendata dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Probolinggo, Rabu (31/3/2021) sore.

Pendataan Keluarga 2021 tersebut dilakukan di kediaman Wabup Timbul di Desa Maron Kidul Kecamatan Maron. Pendataan Keluarga ini berlangsung kurang lebih sekitar 30 menit karena ada 4 (empat) indikator yang didata. Meliputi, indikator kependudukan, indikator Keluarga Berencana (KB), indikator pembangunan keluarga dan indikator stunting.

Turut mendampingi petugas pendata adalah Kepala DPPKB Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto bersama Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan dr. Liliek Ekowati, Kasi Pengendalian Penduduk dan Informasi Keluarga DPPKB Kabupaten Probolinggo Raditya Utomo serta Manager Pengelola PK21 Kecamatan Maron Trimah.

Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko mengharapkan agar data hasil dari Pendataan Keluarga tahun 2021 ini bisa membantu Pemerintah Daerah untuk melihat sejauh mana kondisi masyarakat Kabupaten Probolinggo.

“Harapan saya data ini nantinya akan bisa membantu kita dalam hal kebijakan pembangunan di Kabupaten Probolinggo,” harapnya. Oleh karena itu Wabup Timbul meminta masyarakat agar mau dan sadar untuk bisa didata.

Karena ini sangat penting membantu Pemerintah Daerah dalam hal menentukan dan melihat kondisi riil yang ada di masyarakat. “Untuk itu harapan saya tentunya sekali lagi masyarakat, tolonglah riil untuk datanya. Tolong dibantu petugas ini sehingga betul-betul di Kabupaten Probolinggo kita melihat data yang sesungguhnya,” tegasnya.

Sementara Kepala DPPKB Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto mengungkapkan mulai 1 April 2021 Pendataan Keluarga di Kabupaten Probolinggo sudah dimulai. Secara serentak telah dilakukan Pendataan Keluarga di 24 kecamatan di 330 desa/kelurahan dengan sasaran 385 ribu KK (Kepala Keluarga).

“Diharapkan dengan Pendataan Keluarga ini masyarakat bisa berpartisipasi aktif secara penuh memberikan keterangan secara jujur kepada petugas. Karena data atau informasi yang diberikan secara jujur akan sangat bermanfaat bagi Bupati Wakil Bupati dalam menentukan kebijakan ke depan dalam rangka pembangunan keluarga,” ungkapnya.

Anang atas nama Pemerintah Kabupaten Probolinggo alam hal ini Tim Pelaksana Teknis DPPKB menyampaikan ucapan terima kasih yang luar biasa kepada pemimpin, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda yang sudah berkenan mengikuti pendataan di awal.

“Terima kasih kepada seluruh pendata dengan semangat yang luar biasa melakukan kunjungan dari rumah ke rumah untuk melakukan pendataan keluarga. Semoga apa yang kita lakukan ini bermanfaat bagi kesejahteraan Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.

Lebih lanjut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Probolinggo Anang Budi Yoelijanto melalui Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan dr. Liliek Ekowati mengajak masyarakat Kabupaten Probolinggo untuk menyukseskan Pendataan Keluarga 2021.

“Hasil Pendataan Keluarga ini selain menjadi dasar penetapan kebijakan penyelenggaraan perkembangan kependudukan, pembangunan keluarga, keluarga berencana, juga digunakan sebagai dasar kebijakan pembangunan lainnya pada pemerintahan daerah dan tingkat kementerian,” kata dokter asal Sidoarjo ini.

Dalam siarannya tersebut Liliek menjelaskan, tujuan Pendataan Keluarga 2021 adalah untuk menghasilkan data penduduk yang valid, yang dapat digunakan pemerintah dalam menentukan arah kebijakan, khususnya di Kabupaten Probolinggo.

Sehingga pada akhirnya kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan utama bisa tercapai. “Dengan data yang valid, maka diharapkan kebijakan Bupati dalam membangun Kabupaten Probolinggo menjadi lebih akurat, tepat guna dan tepat sasaran. Hal ini juga sebagai antisipasi jika ada munculnya masalah-masalah baru,” jelasnya.

Sementara Kasi Pengendalian Penduduk dan Informasi Keluarga DPPKB Kabupaten Probolinggo Raditya Utomo menerangkan, pendataan lima tahunan BKKBN sebelumnya dilakukan pada tahun 2015 telah menghasilkan Basis Data Keluarga Indonesia (BDKI). Data ini selalu terupdate setiap tahun melalui aplikasi Sistem Informasi Keluarga.

Radit menjelaskan, dua hal yang baru pada Pendataan Keluarga kali ini, selain adanya tambahan indikator tentang stunting, juga metode yang digunakan.

Jika sebelumnya petugas harus melakukan metode sensus dengan door to door, namun kali inilah cukup dengan menggunakan smartphone dan formulir bagi daerah yang sulit dijangkau.

Untuk metode smartphone data diinput langsung oleh kader-kader pendata dengan aplikasi berbasis smartphone. Sedangkan metode formulir, data dikumpulkan oleh kader pendata, namun input datanya dilakukan oleh petugas khusus,” jelasnya.

“Sasaran Pendataan Keluarga di Kabupaten Probolinggo adalah 383.551 keluarga dan akan dilaksanakan secara serentak di Indonesia pada tanggal 1 April sampai 31 Mei 2021,” tambahnya. [wap.adv]

Tags: