Wabup Tuban Tegaskan Tak Boleh Ada Kekerasan di Lapas dan Rutan

Wakil Bupati Tuban H. Riyadi, SH, saat menghadiri Deklarasikan Janji Kinerja, Penandatanganan Komitmen Bersama dan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas 2022 se Korwil Bojonegoro di Lapas Tuban.

Pemkab Tuban, Bhirawa
Merebaknya kabar kekerasan dan perbudakan moderen yang diduga dilakukan Bupati Langkat Sumatera Utara yang di tangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT)tempo hari, membuat lembaga pemasyarakatan (Lapas) se Korwil Bojonegoro Deklarasikan Janji Kinerja, Penandatanganan Komitmen Bersama dan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas 2022.

Penandatanganan Komitmen Bersama dan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas yang dilakukan di Lapas ini kemarin (25/01/2022) ini, diapresiasi oleh Wakil Bupati Tuban H. Riyadi, SH, yang mana hal tersebut menjadi penguat janji kinerja dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Pada kesempatan itu, wabub mengungkapkan, deklarasi serta komitmen bersama tersebut bukan sekedar seremonial saja, tetapi komitmen yang harus diimplementasikan segera di Korwil Bojonegoro khususnya Lapas Tuban dalam mewujudkan zona integritas.

“Ini tidak hanya janji saja, apa yang di ikrarkan diimplementasikan dalam pelayanan di setiap UPT,” katanya. Wabup juga menegaskan, dampak yang dirasakan akan mempengaruhi optimalisasi pelayanan di Lapas, serta meningkatkan standart pelayanan dari Kemenkumham itu sendiri.

Seperti mewujudkan lingkungan lapas dan rutan yang bersih, rapi serta kondusif. “Saya yakin jika SOP dan standarisasi yang diberlakukan di Kemenkumham dijalankan dengan baik, dampak yang dirasakan akan kembali ke warga binaan,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Riyadi juga memberikan pujian kepada Lapas Tuban yang sangat rapi dan bersih. Fasilitas untuk para Warga Binaan juga sangat lengkap.

“Yang pasti saya tekankan, harus menjaga agar Lapas dan Rutan tetap kondusif. Jangan ada kekerasan, dan seperti namanya, warga binaan mendapatkan pembinaan dengan baik, hingga nantinya bisa diterima dengan baik di tengah masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kadiv Admisnistrasi Kakanwil Kemenkumham Jatim Indah rahayu kalau tidak boleh ada kekerasan dalam bentuk apapun di Lapas atau pun Rutan.

Semua harus kondusif, dan seluruh fasilitas terawat dengan baik, sehingga warga binaan merasa nyaman. Adapun untuk Lapas Tuban, indah menilai telah sesuai dengan apa yang diharapkan. Suasana kondusif, bersih dan rapi.

“Sama seperti Pak Wabup, tidak boleh ada kekerasan di Lapas, dan saya lihat Lapas Tuban sangat kondusif,” katanya. Indah berharap, deklarasi tersebut bisa menjadi perbaikan sistem yang ada di lingkungan pegawai Kemenkumham dari waktu kewaktu menjadi lebih baik.

Sementara itu, Kadiv Admisnistrasi Kakanwil Kemenkumham Jatim Indah rahayu mengatakan, Deklarasi serupa dilakukan serentak di lima Korwil. Deklarasi janji kinerja diucapkan oleh perwakilan pegawai dan diikuti oleh seluruh jajaran.

“Semua Kepala Lapas di Korwil Bojonegoro hadir, dan ikut deklarasi janji kinerja di sini,” ungkapnya. Menurut Indah, deklarasi yang dilakukan harus diimplementasikan dalam bentuk nyata. “Seperti dimana seluruh UPT dibawah Korwil Bojonegoro saat ini telah membangun reformasi dan birokrasi total,” lanjutnya.

Sebelumnya, dikutip dari kemenkumham.go.id, Kementerian Hukum dan HAM melaksanakan deklarasi janji kinerja tahun 2022. Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk mengukuhkan komitmen pegawai bekerja mencapai target kinerja.

Sekretaris Jenderal Kemenkumham hingga seluruh pegawai berjanji untuk menjaga kesehatan sehingga dapat berkinerja dengan produktif, melaksanakan perjanjian kinerja dengan profesional dan akuntabel, serta menyiapkan langkah antisipasi dan mitigasi untuk meminimalisasi risiko.

Menurut Yasonna, janji kinerja dan komitmen tinggi dibutuhkan Kemenkumham, melihat tuntutan sejumlah Program Utama dan Prioritas Nasional (PN) yang diamanatkan Presiden kepada Kemenkumham. [hud.dre]

Tags: