Wadahi Promosi UMKM, Dekranasda Dirikan Gerai Oleh-oleh Khas Kota Probolinggo

Gerai Dekranasda sebagai pusat oleh-oleh khas kota Probolinggo.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Kota Probolinggo, Bhirawa.
Sebagai salah satu wadah promosi bagi UMKM untuk memasarkan produk kerajinan dan makanan minuman khas Kota Probolinggo, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) setempat meresmikan pembukaan gerai Pusat Oleh-Oleh UKM / IKM yang terletak di Jalan A Yani nomor 103.

Kabid Pemberdayaan Usaha Mikro DKUPP (Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian) Muh Sulhan, Selasa (6/4) menyampaikan bahwa pembukaan gerai Dekranasda ini merupakan kelanjutan dari agenda pelantikan pengurus Dekranasda Kota Probolinggo pada tanggal 24 Februari lalu oleh Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin. “Karena pada bulan Februari kepengurusan Dekranasda sudah dilantik,” terang Sulhan.

Produk yang dijual di gerai binaan Ketua Dekranasda Kota Probolinggo Aminah Zainal Abidin ini, kurang lebih 109 UMKM di bidang produksi kerajinan maupun makanan dan minuman. Adapun masing masing UMKM memiliki 3 hingga 5 produk unggulan.

Menurut Kasi Kerjasama Promosi dan Pemasaran UMKM DKUPP Rani Yusticia, dengan dibukanya gerai Dekranasda ini diharapkan bisa membuka peluang kerjasama dengan instansi pemerintah maupun swasta dalam menyediakan oleh-oleh khas Kota Probolinggo. “Harapannya produk-produk ini bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat, perangkat daerah, BUMN, BUMD kami arahkan bisa pesan oleh oleh di sini (gerai Dekranasda),” harapnya.

Untuk saat ini, gerai Dekranasda masih dikelola oleh DKUPP dengan hari dan jam operasional yakni Senin sampai Jumat jam 07.30 hingga 16.00. Namun kedepan menurut Rani, operasional harian gerai akan diserahkan mandiri ke UMKM melalui wadah paguyuban. Rencananya, selain gerai Dekranasda di Ahmad Yani, akan dibuka dua gerai tambahan di Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) dan di Alun-alun kota Probolinggo.

Drajad, pemilik UMKM Dasugi Food berharap dengan dibukanya Gerai Dekranasda ini bisa membantu meningkatkan promosi dan daya saing produk oleh-oleh Kota Probolinggo. “Harapan saya supaya membantu teman-teman meningkatkan daya saing produk, harga produk (sehingga) tidak kalah dengan kota-kota lainnya,” ungkap salah satu koordinator UMKM di Kota Probolinggo ini.

Bagi UMKM yang ingin menitipkan produknya untuk dijual di Gerai Dekranasda Kota Probolinggo bisa menghubungi DKUPP melalui bidang Pemberdayaan Usaha Mikro. Sebelunya Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Probolinggo Aminah Hadi Zainal Abidin menerima kunjungan dari Ketua Bhayangkari Cabang Probolinggo Kota Nyanyu Kamala Yanasari Jauhari, di rumah dinas wali kota. Pertemuan ini untuk menyampaikan sebuah buku dari Dekranasda pusat.

Buku bercover merah berjumlah 68 halaman yang dikemas begitu elegan itu berjudul ‘Pesona Baju Adat Pengantin Indonesia’. “Jadi setiap wilayah akan mendapatkan buku ini dari Dekranasda pusat. Isinya tentang seluruh baju adat pengantin yang ada di Indonesia. Semua ketua Dekranasda di wilayah mendapat 5 buku. Buku ini terbit per tahun 2021,” kata Nyanyu Kamala Yanasari Jauhari.

Semoga dengan adanya buku ini semua bisa tahu berbagai macam budaya, baju adat serta jenis pakaian adat pengantin yang ada di Indonesia. “Ke depan semoga kita semakin menambah ilmu dan wawasan untuk mengetahui budaya kita. Tetap bersatu dalam NKRI harga mati. Jangan sampai terpecah belah karena Indonesia punya beragam budaya,” jelas Nyanyu.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Probolinggo Aminah Hadi mengaku takjub dengan buku yang telah dibuat oleh Dekranasda pusat itu. Menurutnya, berbagai pesan dalam buku tersebut. “Salah satunya, yang berhubungan dengan Dekranasda adalah pengrajin IKM (Industri Kecil Menengah), yaitu pengrajin aksesoris dan persewaan baju adat bisa menjadikan buku ini sebagai pedoman atau panduan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Aminah Hadi, buku “Pesona Baju Adat Pengantin Indonesia” juga bisa menambah wawasan akan kekayaan warisan budaya dan kearifan lokal di setiap provinsi di Indonesia. “Di buku ini juga detail. Sungguh luar biasa. Pesan lain yang dapat dipetik dari buku ini adalah semangat Bhineka Tunggal Ika dan rasa nasionalisme. Tentunya, kami siap mendistribusikan buku ini untuk anggota Dekranasda di Kota Probolinggo,” taambah istri Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin.[wap]

Tags: