Wakil Bupati Nganjuk Tinjau Plengseng Plosoharjo Ambrol Akibat Banjir

Plengsengan sungai Bodor di Desa Plosoharjo ambrol membahayakan keselamatan warga.(ristika/bhirawa)

Nganjuk, Bhirawa
Banjir yang kerap terjadi di Kecamatan Pace mengakibatkan plengsengan sungai di Desa Plosoharjo ambrol tepat di sisi kanan jembatan yang mengarah ke Dusun Mojorejo. Plengsengan yang ambrol sepanjang 30 meter mengakibatkan jalan diatasnta juga longsor sehingga membahayakan masyarakat pengguna jalan.

Plengsengan yang sejak sebelumnya sudah retak-retak itu ambrol setelah diterjang banjir beberapa hari terakhir. Jika dibiarkan dikhawatirkan jalan yang padat kendaraan di ikut ambrol hingga setengah jalan yang padat lalu lintas warga. “Setelah tanah penyangga ambrol, jalan bisa ikut ambrol. Perbaikan pasti lama, pengsengan di titik lain dikawatirkan akan ikut ambrol, ” kata jarwo, Kepala Desa Plosoharjo, Kecamatan Pace.

Karenanya, Jarwo meminta dinas terkait segera memperbaiki plengsengan yang ambrol. Setidaknya, di lokasi plengsengan ambrol bisa dipasang bronjong atau alat penahan lainnya agar kerusakan tak meluas.

Untuk pengamanan sementara agar tidak menimbulkan korban, warga memasang karung pasir di lokasi sebagai penahan plesengan yang ambrol. Dengan demikiandiharapkan pengendara waspada dan berhati-hati saat melintas.

Sementara itu Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi langsung melakukan sidak ke lokasi plesengan yang ambrol. Plengsengan ambrol sepanjang 30 meter dengan kedalaman 7 meter itu mengakibatkan separuh ruas jalan ambles. Usai meninjau, Marhaen mengungkapkan perihal ambrolnya plengsengan ini memang dipastikan akibat faktor alam. Bukan akibat kelalaian pelaksana proyek, selain karena gerusan banjir besar, juga karena usia bangunan tua. Sejak dibangun pada 1993 lalu, menurut Marhaen belum ada perbaikan hingga sekarang.

“Ditinjau dari sisi teknis dari paparan yang sudah disampaikan, semuanya sudah sesuai prosedur. Ini memang ada banjir besar dan disini memang juga sering ambrol,” ungkap Wabup Marhaen.

Wabup Marhaen juga mengatakan, jika pihaknya berencana berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Surabaya untuk tindak lanjut memastikan pembangunan plesengan ini. “Untuk sementara dipasang karung pasir dulu, dan anggaran akan diambilkan dari APBD, dana Taktis bencana, diupayakan perbaikan lewat Belanja TidakTerduga dibantu dengan dana desa,” pungkas Wabup Marhaen. [ris]

Tags: