Wakil Rakyat Harus Memiliki Kompetensi Khusus

Jazilul Fawaid.

Jakarta, Bhirawa.
Seiring dengan pesatnya kemajuan jaman, di era digitalisasi ini, tuntutan masyarakat terhadap kinerja wakilnya di DPR RI semakin meningkat. Hal tersebut tergambar dari berbagai hasil survei atau jajak pendapat, baik oleh media massa maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Secara umum disebutkan, bahwa kinerja DPR RI buruk yang menyebabkan citra DPR RI kurang baik dan tidak sesuai dengan harapan masyarakat.
“Belum optimalnya kinerja DPR RI disebabkn sistem yang mengatur mekanisme kerja anggota DPR, tidak mendukung efektivitas dalam pelaksanaan tugasnya sebagai anggota parlemen.Terkait hal itu, partai politik memiliki andil yang cukup besar dalam merekrut calon calon anggota legislatif ini,” papar Jazilul Fawaid Waka MPR RI yang anggota Komisi III DPR RI (PKB) dalam disertasi untuk memperoleh gelar Doktor Ilmu Manajemen MSDM di Unv Negeri-Jakarta, Senin sore (17/2)
Jazilul Fawaid lebih jauh menyebutkan, tak dapat disangkal, bahwa terdapat kecenderungan, penentuan para calon anggota DPR, berdasarkan faktor popularitas. Seperti kalangan artis, mantan atlet nasional, atau dari latar belakang tokoh masyarakat yang dekat dengan Ketua partai. Hal ini tentu akan mem pengaruhi kinerja, kompetensi dan komitmen dari anggota DPR. Karena menyangkut kualitas yang mereka miliki. 
“Hal tersebut berdampak pada penilaian masyarakat, yang menganggap telah terjadi kegagalan Parpol dalam melakukan peng- kaderan.Berangkat dari fakta tersebut, anggota DPR selayaknya tidak hanya mengandalkan popularitas belaka. Tetapi harus memiliki kompetensi atau keahlian khusus,” tandas Jazilul Fawaid didepan promotor.
Untuk memperbaiki citra DPR RI, dia menyarankan agar pimpinan Parpol dan pimpinan DPR RI, meningkat kan standar kompetensi kader-kader nya yang bakal mencalonkan diri sebagai anggota DPR. Khusus pada pimpinan Parpol, hendaknya mem perhatikan komitmen anggotanya terhadap organisasi. Agar para wakil rakyat itu mempunyai rasa memiliki, loyalitas dan total mengabdi untuk rakyat yang memilihnya.
“Anggota DPR harus bisa membangun komunikasi yang baik dengan pimpinan, dalam melaksanakan kewajibannya,” tandas Jazilul. [ira]

Tags: