Wakil Wali Kota Kediri Tutup Usia

Sosok Perempuan Pejuang dan Pekerja Keras
Kota Kediri, Bhirawa
Wakil Wali Kota Kediri Nyai H Lilik Muhibbah tutup usia di RS Dr Sutomo ,Surabaya Sabtu, (15/2) pukul 16.03 WIB setelah sempat menjalani perawatan atas penyakit Diabetes yang cukup laka dideritanya.
Kabar duka ini cukup mengagetkan sebagian besar masyarakat Kota Kediri mengingat sosok Ning Lik ini cukup dengan masyarakat, hingga ucapan bela sungkawa atas meninggalnya Ning Lik terus membanjiri Media Sosial.
Wakil Wali Kota Kediri, Lilik Muhibbah wafat diusianya yang ke 58 tahun, Jenazah Lilik Muhibbah tengah disemayamkan dirumah duka di Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
Jenazah dimakamkan, Minggu (16/2) pukul 09.00 WIB pemakaman Almarhun juga dipenuhi para pelayat, dari Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, para pejabat di Pemerintahan Kota Kediri, Ulama, serta masyarakat dan para santri dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa turut mengikuti proses pemakaman Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah cukup merasakan kehilangan sosok ning lik yang cukup berjasa untuk pembangunan.
“Sempat badan saya gemetar agak lama, karena beliau ini pejuang betul, baik dilingkungan keluarga, Pesantren, lingkungan perempuan dan di muslimat NU. Itu luar biasa, dan beliau bekerja sangat keras untuk bisa mencapai prestasi ini,” kata Khofifah
Dia juga mengungkapkan , dirinya sudah berkawan sangat lama dengan dengan, Almarhum, Menurutnya saat dia menjadi wakil ada suasana yang saling menghormati, saling menghargai dan saling memberikan apresiasi, sehingga hubungan antara Wali Kota dan Wakil Wali Kota sejauh ini Bu Lilik, tidak pernah terucap har-hal yang kurang harmonis
“Harmoni diantara kepala daerah dan wakilnya, bisa terbangun dengan sangat baik dan harmoni menurut saya akan menjadi referensi tidak hanya untuk Jatim, tapi juga untuk daerah-daerah yang lain,” ungkapnya
Lebih lanjut, Khofifah membeberkan bahwa almarhummah Hajah Lilik Muhibbah, Itu merupakan refrensi bagi seluruh perempuan yang berbasis pesantren seperti beliau bahwa, ada ruang ketika masing-masing melakukan ikhtiar, bekerja keras dan akhirnya mereka bisa mendapatkan posisi yang, sangat strategis menurut saya.
“Saya juga mendengar, bahwa beliau setelah menjalankan solat subuh, masih menyempatkan waktu mengajar di pesantren, dan spiritualitas, religiualitas melekat bagi beliau, dan semoga beliau di terima di sisi alloh SWT,” tandasnya
Sementara itu Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengatakan, Ning Lik merupakan sosok pejuang wanita yang hebat. Selain di Pemerintahan, Ning Lik aktif di kegiatan organisasi wanita, PMI serta tak lupa mengajar untuk para santrinya
“Saya atas nama Pemerintah Kota Kediri mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Mudah-mudahan beliau diterima amal ibadahnya. Karena beliau adalah pejuang yang sagat tangguh di segala bidang, khsusunya gerakan wanita, gerakan PMI, pun dengan Pemerintah Daerah kota Kediri,” kata Wali Kota
Lebih Lanjut, menurut Wali Kota, Ning Lik masih sering berdiskusi dengannya terkait program Pemerintah. Jumat, Ning Lik bahkan masih hadir di kantornya untuk menanda tangani berkas.
“Beliau selalu membantu saya all out. Apa yang kita ambil langkahnya. Beliau mengawal dengan baik. Belum pernah saya berkonfilk sama sekali,” kenang nya. [van]

Rate this article!
Tags: