Wakil Wali Kota Malang Soroti Fenomena Munculnya Kerajaan Abal Abal

Sofyan Edi Jarwoko Wakil Wali saat menghadiri acara Musda Dekopin Kota Malang akhir pekan kemarin.

Kota Malang, Bhirawa
Informasi tentang kerajaan,  keraton dan raja raja abal abal.  Ada Keraton Sejagat,  Sunda Empire, King of King. Ini menggambarkan masih ada celah akan lemahnya literasi dan juga ada ruang masalah ekonomi yang coba diterobos untuk memberikan “iming iming” yang menina bobo kan, kepada masyarakat.
Wakil Wali Kota Malang Ir. Sofyan Edi Jarwoko,  mengutarakan, kepercayaan masyarakat terhadap kabar itu, tudak akan terjadi, karena masarakat minim literasi.
” Itu tidak mungkin terjadi kalau ketahanan ekonomi mampu terjaga,  nilai nilai gotong royong mampu terawat di masyarakat.  Dan salah satu yang mampu menjadi benteng ketahanan ekonomi masyarakat agar tidak terjebak dengan impian impian yang menyesatkan, adalah melalui penguatan lembaga koperasi,  “ujar Sofyan Edi akhir pekan kemarin.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Walikota Malang, Hj. Sofyan Edi Jarwoko disela-sela sambutannya pada acara Musyawarah Daerah (MUSDA) Dewan Koperasi Daerah (Dekopind)  Kota Malang di Kantor Jalam. Raden Panji Suroso No. 3 Malang, Sabtu 1/2 akhir pekan kemarin.
Menurut  Sofyan Edi, kegiatan Koperasi sepeti ini, akan perekonomian Negara Indonesia. Dari anggota, oleh anggota dan untuk anggota; sehingga semangat gotong royong yang menjadi ruh dari koperasi telah begitu mencermikan kehidupan rakyat Indonesia yang terkenal guyub.
“Dekopinda yang merupakan mitra Pemerintah Kota Malang dalam pembangunan diharapkan mampu melaksanakan beberapa kepentingan dalam rangka meningkatkan pengembangan perekonomian berjamaah melalui koperasi” ujar Wawali yang lebih akrab disapa Bung Edi itu.
Bung Edi juga berpesan agar koperasi dapat berperan aktif menjalankan tugas dan fungsinya terutama untuk mendorong pembentukan koperasi pasar agar para pedagang dapat terhindar dari rentenir. “Hal itu sejalan dengan program inovatif Pemkot Malang yang beberapa waktu lalu dicanangkan oleh Pak Wali yaitu OJIR (red. Ojok Percoyo Karo Rentenir)” tambah Bung Edi.
Ia juga menegaskan bahwa fungsi edukasi juga sangat penting untuk dilaksanakan dalam rangka mewujudkan insan koperasi yang handal dan berkualitas melalui pelatihan-pelatihan serta kegiatan keilmuan lainnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Herman Suryo Kumoro Ketua Dekopinda Kota Malang juga menjelaskan bahwa koperasi di Kota Malang saat ini lebih banyak bergerak di usaha simpan pinjam namun untuk kegiatan produksi masih sangat minim. “Kedepan saya berharap agar kegiatan usaha produksi dapat juga di tingkatkan dalam rangka menggerakkan perekonomian masyarakat, sudah tentu tanpa harus menghilangkan usaha simpan pinjamnya” jelasnya juga.
Bersamaan dengan itu pula, dilaksanakan pemilihan pimpinan Dekopinda Kota Malang masa bhakti tahun 2020 – 2024); sehingga berbagai pesan untuk penyederhanaan program kegiatan yang diharapkan dapat tepat sasaran juga menjadi arahan langsung dari Wawali tersebut. [mut]

Tags: