Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Konkretkan Lawan Bahaya Narkoba

Wakil Wali Kota-Whisnu Sakti ketika mendampingi para relawan anti narkoba bersama Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya di sekolah SMP Al-Amal, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya. [andre indrayana sasmita/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Genderang perang terhadap narkoba gencar dilakukan oleh Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana. Bersama relawan anti narkoba, upaya pencegahan tak pernah surut.
”Setiap ajakan penyuluhan dari relawan kalau tidak sibuk Saya selalu ikut,” kata Whisnu, Selasa (11/2/2020). Ia mengkongkritkan upaya tersebut untuk terlibat dalam setiap penyuluhan bahaya narkoba. Seperti yang dilakukan di SMP Al-Amal, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya.
Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD PDIP Jatim ini mendampingi para relawan anti narkoba bersama Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya di sekolah SMP tersebut.
Sekolah Al Amal berada dibawah Yayasan Penolong Pembina Anak Yatim (PPAY), yang telah mendidik lebih dari 1.200 Anak Yatim dan Fakir Miskin di Surabaya.
”Narkoba merupakan bentuk penjajahan gaya baru. Menghabiskan generasi muda dari sebuah negara, untuk dikuasai oleh negara lain,” ungkap politisi yang akrab disapa WS.
The Founding Father Republik Indonesia, Soekarno, dikatakan WS pernah mengatakan bahaya penjajahan Neo Liberalisme dan Neo Kolonialisme. Saat ini, kondisi tersebut mulai terjadi. Narkoba menjadi pintu masuk kondisi tersebut.
”Penjajahan sekarang tidak lagi tentara asing datang ke negara lain. Tapi melalui ekonomi dan narkoba untuk menghabiskan generasi muda baru dikuasai,” terang suksesor Tri Rismaharini dalam Pilwali Surabaya 2020.
Upaya sosialisasi bersama relawan anti narkoba ini sudah dilakukan sejak lama oleh WS. Terakhir, sosialisasi tersebut juga dilakukan kepada jemaat Gereja di kawasan Tandes Surabaya.
Hal itu mengundang keperihatinan mendalam bagi WS.”Apalagi Saya baca di berita narkoba sudah masuk ke pondok pesantren. Ini harus kita perangi bersama,” pungkas dia.
Respon positif disampaikan Ketua Yayasan PPAY Al Alam Surabaya, Fuad Said Bobsaid. Pihaknya siap membantu upaya pencegahan peredaran narkoba.”Khususnya akan gencar kami lakukan terhadap para siswa,” kata dia.
Bupati Pamekasan Ajak Ulama dan Stakeholder
Data penggunaan Narkoba di Indonesia, Setiap hari meninggal sekitar 40 orang atau 1,4 juta tiap tahun. Maka penanganan pengguna dan pemberantasan Narkoba, bukan saja tanggungjawab Pemerintah melainkan perlu keterlibatan Ulama dan stakeholder lainnya.
“Jadi, 38 Kabupaten/kota di Jatim, 4 (empat) kabupaten di Madura. Secara sosiologis Kabupaten khususnya di Madura paling banyak pesantren dan lembaga pendidikan Islam di Jatim. Jatim nomor 1 faktornya Madura, kira-kira ada apa ini? Ucapnya.
Pengarahan Bupati ini disampaikan pada talkshow dan launching Rehab Smack diselenggarkan Ghana Recovery (Ghanation), dihadiri Wabup Pamekasan, Raja’e, perwakilan Forkopimda se-Madura, Ketua BNK se-Madura, Kalapas Narkotika dan Kalapas Klas IIA Pamekasan, Ulama dan stakeholder di pendapa Ronggosukowati, Selasa (11/2).
Bupati beranalogi, mestinya orang berolahraga dan makan teratur lebih sehat ketimbang orang tidak berolahraga dan makan tidak teratur. “Di Jatim ini banyak pesantren, pendidikan Islam, masjid. Itu orangnya tentu lebih baik akhlak karena Islam mengajarkan kesolehan. Ini tidak aneh. Yang aneh dan anomali, kata Bupati. Ketika kasus narkoba tertinggi di Jawa Timur faktornya di Madura,” ujar Badrut.
Ia mencari sudut pandangan lain. Namun bersyukur ada Ghana Recovery karena beberapa orang pengguna dan orang menginginkan recovery bisa sehingga bisa menyelamatkan generasi muda.
Sebelumnya, Ketua Ghanation Pamekasan-Hamdan Nasution, mengatakan, organisasi ini bergerak di bidang pendampingan rehabilitasi pecandu narkoba dan yang berhasil dibina sebanyak 508 orang pengguna narkoba. [dre.din]

Tags: