Wali Kota Bakal Beli Alat Pemungut Sampah Rp1,7 M

Wali Kota Mojokerto Mas'ud Yunus melihat demo alat pemungut sampah di depan kantornya, Kamis (3/4) kemarin. [kariyadi/bhirawa]

Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus melihat demo alat pemungut sampah di depan kantornya, Kamis (3/4) kemarin. [kariyadi/bhirawa]

Kota Mojokerto, Bhirawa
Wali Kota Mojokerto bakal membeli alat pemungut  sampah senilai Rp1,7 miliar produksi Denmark. Walikota Mas’ud Yunus kepincut alat itu ketika penjualnya menggelar demonstrasi  didepan kantor wali kota, Kamis (3/4) kemarin.
”Saya ingin Kota Mojokerto nampak lebih bersih. Alat itu cocok untuk kebutuhan,” katanya, kemarin.
Alat pembersih sampah otomatis merk Nilfisk itu mampu menyedot sampah dan debu 15 ribu meter kubik per jamnya atau setara 38 orang pasukan kuning. Hanya dengan, memencet tombol, seorang operator yang siap di dalam mobil berukuran mini itu bisa membersihkan sampah yang berserakan dalam sekejap.
Setelah dihisap, sampah yang terkumpul lantas dengan mudah dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Tak hanya sampah, debu jalanan pun mampu disedot dengan bersih oleh alat yang sudah dimiliki Pemkot Surabaya dan Semarang itu. ”Jika kita memakai alat ini akan diperuntukan untuk area tertentu sepeti alun-alun, taman dan area publik lainnya,” jelas Yai Ud sapaan Mas’ud Yunus.
Lebih lanjut, Mas’ud Yunus mengatakan, namun kini pihaknya masih akan merundingkan dengan SKPD terkait dan akan melakukan kajian efektifitas alat penyedot sampah itu. Tentunya dirundingkan, jika memang benar-benar dibutuhkan akan kita usulkan. Kemungkinan tahun depan kita sudah punya.
Mas’ud Yunus menambahkan, untuk wilayah Kota Mojokerto yang kecil, kemungkinan hanya dibutuhkan dua alat saja. Kalau dihitung lebih irit. Biaya solar per bulan sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta, sedangkan tenaga manusia sebanyak 38 orang mencapai Rp58 juta.
Namun, buru-buru Mas’ud Yunus menegaskan, pihaknya tak akan memecat tenaga pasukan kuning. “Tak baik jika membeli alat malah memecat tenaga kerja. Nantinya, akan kita bagi per area,” katanya seraya menegaskan pasukan kuning tak perlu khawatir pemecatan jika pemkot benar-benar membeli alat penyedot sampah itu.
Sementara itu, Kepala DKP, Suhartono mengatakan, beberapa daerah di Jatim sudah memakai alat itu yakni Surabaya, Malang dan Madiun. ”Sudah banyak yang pakai tapi keputusan ada ditangan pak wali,” katanya. [kar]

Tags: