Wali Kota Batu Dorong Optimalisasi Pencegahan Stunting

Wali Kota Batu, Dra Hj Dewanti Rumpoko MSi memimpin rapat penanganan stunting di Ruang Pertemuan Utama di Lantai 5 Balai Kota Among Tani, Kamis (18/3)

Kota Batu,Bhirawa
Pemkot Batu melakukan berbagai percepatan penanganan stunting di Kota Batu. Salah satunya Dinas Pertanian membudidayakan tanaman kelor untuk mencegah stunting di Kota Batu. Tanaman kelor ini akan mendukung beragam program yang dilakukan untuk percepatan penanganan stunting Kota Batu.

Hal ini dilakukan terpadu antara Tim Percepatan Penanganan Stunting dengan dinas-dinas yang berkaitan dengan penanganan stunting, seperti Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, Dinas Sosial hingga Dinas PUPR.

“Saya memang meminta untuk percepatan penanganan stunting, karena hal ini menjadi prioritas Presiden,”ujar

Penanganan Kesehatan, ekonomi, stunting tidak bisa diabaikan walaupun masa pandemic, kita 25% dari anak Kota Batu menjadi pertaruhan,” ujar Wali Kota Batu, Dra Hj Dewanti Rumpoko MSi saat memimpin rapat koordinasi penanganan stunting di Rupatama Balai Kota Batu, Kamis (18/3)

Dewanti meminta agar fokus penanganan tidak hanya pada lima desa yang rawan stunting saja. Namun juga pada desa dan kelurahan yang memiliki potensi yang sama.

Selain itu, Dewanti juga membahas alokasi anggaran yang bisa dipergunakan untuk penanganan stunting disamping dana APBD Kota Batu. Termasuk kemungkinan menggunakan dana cukai untuk penanganan perekonomian yang bisa berdampak pada terjadinya stunting.

“Saya berharap tim ini dengan Dinkes dan Bidang Kesmas bisa terus berkoordinasi dan berkomunikasi untuk mengintervensi balita yang tidak tumbuh dengan normal,” imbuh Dewanti.

Wali Kota juga menyarankan agar nantinya data terkait stunting yang sudah lengkap dan benar bisa diberikan kepada pihak DPRD. Hal ini diharapkan bisa menjadi dasar untuk membuat program penanganan stunting.

“Semoga permasalahan stunting bisa cepat selesai dan para calon pemimpin bangsa ini bisa lebih berkualitas,”tandas wali kota.(nas)

Tags: